Anak Pengaruhi Keharmonisan Suami-Istri

0
51

.Anak merupakan suatu ‘hal’ yang harus direncanakan dan dikompromikan dengan baik dan adil oleh sepasang suami istri, seperti halnya pertimbangan dalam menentukan lokasi rumah atau tempat tinggal bersama, jenis pekerjaan, dan masih banyak lagi urusan rumah tangga lainnya.

Tidak semua orang menyukai anak-anak. Mungkin pasangan Anda termasuk salah satu orang yang tidak terlalu suka dengan kehadiran anak. Dia lebih suka menikmati indahnya pernikahan berdua saja dengan pasangannya, yakni Anda.

Mungkin juga ia ingin menunda memiliki keturunan karena banyak pertimbangan, seperti belum siap secara ekonomi dan mental. Anak membutuhkan perhatian yang besar dan sebagai orangtua, tentu Anda dan pasangan harus mau selalu mengalah dan mengorbankan kepentingan pribadi demi buah hati.

Apa kaitannya dengan hubungan Anda berdua? Sangat berhubungan, tentunya. Jangan sampai isu keturunan tersebut mengganggu, meregangkan, bahkan meretakkan keharmonisan Anda dan suami atau istri. Diskusikan hal ini jauh-jauh hari sebelum menikah.

Buatlah kesepakatan mengenai kapan sebaiknya mulai mencoba memiliki anak? Kapan waktu yang tepat, itu tergantung Anda berdua. Anda tidak boleh memaksakan pasangan yang berbeda keinginan, tujuan hidup, dan konsep rumah tangga dengan Anda. Bila ia lebih menitik beratkan hidupnya pada karir, maka Anda tidak boleh memaksanya membelokkan keinginannya tersebut untuk menggantikan kepentingan pekerjaan dengan kehadiran seorang anak.

Itulah sebabnya Anda harus mendiskusikan hal tersebut jauh sebelum menikah, untuk melihat apakah Anda memiliki visi dan misi yang sama dengannya dalam konsep ‘keluarga’. Sementara itu, bila kesepakatan yang diambil adalah untuk menunda kehamilan, maka sebaiknya Anda berdua menepati hal tersebut. Gunakan alat kontrasepsi hingga waktu yang tepat untuk memiliki anak tiba.

Berhasil atau tidaknya nanti usaha Anda berdua memperoleh buah hati pada waktu yang dinanti-nanti, sepenuhnya dalam kuasa sang pencipta. Bila belum berhasil, tidak perlu saling menyalahkan karena ada ‘perjanjian’ menunda kehamilan, sebelumnya. Toh, itu kesepakatan Anda berdua, bukan hanya salah satu pihak.

(Berbagai sumber)

SHARE