Emma Watson Tinggalkan Sekolah Demi Pekerjaan

0
25

.Sekolah merupakan hal terpenting bagi anak dan menjadi kewajiban baginya. Tidak apa bila buah hati ingin memiliki segudang aktifitas, namun prestasi akademis tetap harus diperhatikan dan dinomorsatukan. Segala macam kursus, kegiatan klub sekolah, bahkan keinginan mencari uang jajan tambahan dengan bekerja sampingan bagi anak Anda yang duduk di bangku SMA adalah hal yang wajar. Namun sebagai orangtua, Anda harus bisa tetap ‘membatasi’ dan mengarahkan dirinya agar tidak lupa melaksanakan kewajiban utamanya sebagai seorang anak, belajar.

Erwin Gutawa, misalnya. Meski sang anak (Gita Gutawa) sukses menjadi penyanyi di tanah air, namun musisi berkacamata tersebut tetap berani menghentikan ketenaran buah hatinya demi memberikannya jaminan masa depan cerah dan intelektual anak perempuannya tersebut dalam hal akademis. Gita Gutawa yang didukung oleh kedua orangtuanya mengundurkan diri dari panggung dunia hiburan dan mulai fokus belajar demi ujian sekolah menengah yang akan dilanjutkan dengan pendidikan di sebuah universitas di Inggris, nantinya.

Bertolak belakang dengan Gutawa, Emma Watson (salah satu pemeran dalam film Harry Potter) memutuskan keluar sementara dari kampusnya – Brown University – demi mengejar karir dalam berakting. Dalam UsMagazine disebutkan, bahwa Watson lebih mementingkan keartisannya dibanding dunia akademisnya. Pembagian waktu bisa jadi merupakan faktor utama yang membuatnya memutuskan hal tersebut.

“Aku sudah memutuskan untuk mengambil sedikit waktu menyelesaikan pekerjaanku di Harry Potter (seri terakhir) dan fokus ke pekerjaan-pekerjaan profesional lain dan beragam proyek akting lainnya. Aku akan tetap meneruskan kuliahku, tapi mungkin akan (berhenti sementara) lebih lama 1-2 semester dari yang kukira,” terang Watson.

Lebih lanjut, Watson mengatakan dalam situs resminya, “Seperti yang kamu tahu, Aku mencintai Brown (universitas Brown) dan aku mencintai belajar lebih dari apapun, namun belakangan ini aku bingung menentukan antara berperan menjadi pelajar dan menepati komitmenku (dalam pekerjaan). Mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan sepertinya tidak mungkin.”

Tidakkah kalimat yang dikeluarkan Watson sedikit kontradiktif? Dia menyatakan mencintai belajar, namun lebih memilih meninggalkannya. Bila memang dia menganggap kuliah sebagai hal yang penting, seharusnya dia tahu bahwa bekerja sebagai artis akan sangat banyak menyita waktu dan tenaganya. Pada satu titik dia akan harus memilih salah satu dan inilah waktunya. Mungkin juga pada dasarnya dia merasa bahwa tanpa kuliah pun ia tetap akan bisa hidup makmur sejahtera dengan penghasilannya dalam berakting?

Mengetahui hal ini, apa Anda tidak terusik menyaksikan anak Anda kelak tumbuh dewasa menjadi orang sukses bergelimang harta, namun miskin intelektualitas akibat meninggalkan bangku sekolah? Pilihan tentu di tangan anda.

(Berbagai sumber)

SHARE