Jangan Sandarkan Botol Susu Saat Menyusui!

0
30

.Hampir semua anak menyukai susu. Balita, khususnya. Mereka bukan hanya menyukai, namun memang membutuhkan cairan yang dapat diminum sekaligus menjadi makanan bagi tubuh mereka. Setelah lewat masa menyusui dengan ASI, kini Anda menyusui si kecil dengan menempatkan susu dalam botol. Kesabaran dibutuhkan saat menyusui. Aktifitas ini memakan waktu lama.
 
Bagi beberapa orangtua yang sibuk, menjaga dan memegang botol susu
hingga
anak selesai minum adalah hal yang sangat merepotkan. Waktu akan banyak terbuang, sementara dirinya masih memiliki banyak pekerjaan menumpuk di kantor dan di rumah. Untuk itulah sang ibu menyandarkan botol susu ke selimut atau ke bantal dekat mulut bayinya, sehingga anak ini akan minum sendiri tanpa ada orang dewasa yang memegang botolnya.
 
Bila Anda termasuk ibu yang suka menyandarkan botol dan meninggalkan si kecil saat minum susu seperti di atas, maka berhentilah melakukan hal tersebut. Ini sangat tidak disarankan oleh Dr. Tanya Remer Altman, seorang dokter penyakit anak. Tidak memegang botol dan memberikannya langsung kepada anak akan membuat Anda kehilangan moment membentuk ikatan yang kuat dengan si kecil saat menyusui menggunakan botol. Anda tidak akan pernah dapat mempelajari isyarat dan bahasa tubuh anak ketika mereka lapar, kenyang, atau perlu sendawa, yang semuanya dapat diketahui dan terlihat saat memberinya makan.
 
Tidak hanya itu menyandarkan botol tanpa pengawasan orangtua dapat membuat si kecil makan terlalu banyak akibat tidak adanya kontrol dan tersedak jika susu mengalir keluar dari botol terlalu cepat. Dampak lain adalah terjadinya rongga pada gigi. Tanpa pengawasan, si kecil dapat tertidur saat minum susu. Tanpa disadari anak, susu akan terus mengalir ke mulutnya dan bermuara ke giginya. Ini akan menciptakan tempat baru bagi bakteri untuk bertumbuh. Bakteri-bakteri inilah yang akan membuat gigi rusak, bolong, dan berongga secara permanen.  
 
Biasakan selalu memeluk si kecil dalam lengan. Pegang botol menggunakan tangan Anda yang lain dan bernyanyilah atau berbicaralah pada sang buah hati saat ‘menuangkan’ susu dari botol ke mulutnya.
 
(Berbagai sumber)

SHARE