Lama Pacaran Bukan Jaminan Pasti Menikah

0
184

.Pacaran itu enak, tapi jangan terlalu lama. Bagi Anda yang bertujuan untuk menikah, masa berpacaran justru akan menimbulkan banyak kerugian.

Budget yang harus disiapkan untuk ‘dihambur-hamburkan’ dengan pasangan, meluangkan banyak waktu untuk berkencan, berkorban perasaan demi seseorang, dan masih banyak lagi. Semua itu adalah hal yang ‘harus’ Anda lakukan hanya untuk seseorang yang belum pasti. Ya, belum pasti karena Anda berdua masih dalam tahap pacaran dan belum resmi disahkan dalam pernikahan.

Lagipula, masa pacaran yang lama dan memakan waktu bertahun-tahun tidak menjamin Anda berdua berhasil dan sukses melangkah ke pelaminan. Coba ingat-ingat berapa orang yaang Anda kenal, yang berpacaran selama belasan tahun, namun akhirnya justru memutuskan berpisah?

Semakin lama masa pacaran, semakin besar pula kesempatan untuk putus. Logikanya, Anda semakin mengenal satu sama lain. Semakin dekat Anda dengan seseorang, semakin sayang dan semakin benci pula Anda kepadanya di saat yang bersamaan. Anda akan mulai sering bertikai dengan pasangan, karena sifat masing-masing sudah mulai terkuak. Capek, dong, jaim (jaga imej) bertahun-tahun?

Berbeda bila Anda hanya menghabiskan waktu 1-3 tahun untuk saling mengenal satu sama lain, sebelum akhirnya menikah. Saat fase pertikaian mulai muncul, Anda berdua telah terikat menjadi ‘satu’ di depan agama dan hukum negara. Kata ‘perpisahan’ tak akan semudah itu terlintas di dalam kepala. Keinginan dan effort mempertahankan hubungan akan lebih besar, bila Anda sudah menikah dengannya.

Perpisahan adalah kerugian terbesar yang dapat terjadi dalam masa pacaran. Layaknya investasi, tanamkan modal, ambil keuntungan, dan jangan terlalu lama bermain di dalamnya. Uang, tenaga, dan waktu sudah habis terkuras demi kencan tahunan. Bila akhirnya putus, itu namanya rugi bandar!

(Berbagai sumber)

SHARE