Siapa Pengganti John Galliano?

0
37

.”Karena nila setitik rusak susu sebelanga”, merupakan pepatah yang tepat untuk John Galliano. Ia resmi dipecat oleh Christian Dior karena kasus anti-Semit yang dilakukannya beberapa hari lalu. Lalu siapakah penggantinya? Seperti yang kita tahu, Christian Dior adalah merk bernilai jutaan dolar sehingga tak mungkin berhenti di tempat dan mengecewakan para pelanggan setianya. Kepergian Galliano yang telah bergabung selama 15 tahun memang sangat disayangkan, namun kompleksitas peristiwa ini tentu saja dapat dijadikan introspeksi dan revolusi yang menyegarkan. Inilah keempat kandidat yang akan menempatkan kedudukan Galliano:

1. Haider Ackermann
Perancang kelahiran Kolombia ini merupakan seorang pemula di Paris. Rancangannya tampak edgy dan modern namun juga menyiratkan romantisme. Tahun 2010 lalu, ia membawa koleksinya yang bernama AI, ke dalam pergelaran besar di Toronto. Semakin hari desain Ackermann tampak semakin membaik dan pria ini tampaknya siap untuk persaingan yang lebih besar. Namun beberapa orang berspekulasi bahwa ia mungkin kurang siap jika langsung dihadapkan pada pengelolaan dan pengembangan brand besar sekelas Dior, sementara ia juga harus melanjutkan brand pribadinya.

2. Riccardo Tisci
Tisci adalah sesorang desainer kesayangan Paris karena rancangannya sering menjadi favorit dalam tiap pertunjukkan. Ia berkerja di Givenchy, sebuah label yang sama seperti Dior, bernaung dibawah bendera LVMH. Tampaknya Tisci memiliki peluang cukup besar untuk memindahkannya ke meja baru, namun tak seperti Galliano, Tisci terlihat belum piawai mewujudkan koleksi yang kontroversial dan adorable di tiap tahunnya. Namun kelebihannya adalah, bahwa dia turut bekerja di couture label. Tidak semua desainer dilatih dalam kerumitan pembuatan pakaian yang one-of-a-kind. Dior sebagai salah satu dari beberapa rumah mode Perancis yang masih memproduksi couture, tentu saja membutuhkan keahlian yang dimiliki Tisci.

3. Alber Elbaz
Pria ini telah melakukan keajaiban untuk Lanvin, tangannya mampu meremajakan label bersejarah khas Perancis ini. Kolaborasi dengan high street market populer, H&M, adalah sebuah mega sukses. Sepertinya Elbaz akan menciptakan aksesoris dan wewangian yang menakjubkan jika ia bergabung ke dalam keluarga Dior. Namun, loyalitasnya yang kuat pada Lanvin akan membuat penikmat Lanvin merasa kehilangan.

4. Marc Jacobs
Jacobs merupakan seorang desainer jenius yang telah menembus angka luar biasa untuk setiap koleksi Marc Jacobs di New York dan Louis Vuitton di Paris. Dengan kerjasama suksesnya bersama Louis Vuitton yang satu grup dengan Dior, Marc Jacobs dapat menjadi nama yang paling kompeten. Apakah kekuasaan di Dior mampu menggodanya untuk berhenti menciptakan koleksi sepatu Louis Vuitton? Memang terdengar tricky dan rumit, namun mencomot nama yang sudah terlanjur besar dapat membuat Dior menjadi benar-benar baru dan jejak Galliano benar-benar terhapus.

Bagaimana menurut anda? Rasanya siapapun tak sabar untuk mendengar kabar selanjutnya tentang perpindahan tahta raksasa ini!

(Berbagai sumber)

SHARE