Hana Tajima Simpson: Adorable Hijab Girl From London

0
55

.Nama Hana Tajima Simpson mungkin belum akrab di telinga anda, namun popularitasnya yang cukup tinggi di kalangan fashion blogger tampaknya akan segera membuatnya menjadi buah bibir. Seperti yang kita tahu, blogger adalah selebriti baru di dunia fashion, dan Hana sebagai perwakilan gadis berjilbab yang uber-stylish, pantas mendapatkan apresiasi yang baik.

Lahir dari seorang ayah berdarah Jepang dan ibu berkebangsaan Inggris, Hana memiliki perpaduan yang istimewa pada wajah dan rona kulitnya. Selain cantik, tentu saja ia memiliki kreativitas dan sense of style yang tinggi, terutama setelah memutuskan menjadi mualaf sejak 6 tahun lalu. Rajin mengabadikan gayanya dan dipamerkan lewat Lookbook lalu memuat kisahnya dalam blog bernama StyleCovered, kekhasan tampilan Hana yang fresh, edgy dan youthful bahkan membawanya tampil sebagai fitur dalam majalah sekelas Vogue. Bahkan, Hana telah merilis label pakaian muslim bernama Maysaa, yang seluruhnya ia rancang sendiri.

Kisah Hana berpindah ke muslim bermula dari dirinya yang menyadari bahwa ia lebih tertarik membaca buku filsafat dan isu-isu gender daripada pergi ke pub seperti yang dilakukan mayoritas remaja di London. “Semakin banyak membaca, saya semakin setuju dengan ide-ide yang ada di dalam ajaran Islam. Saat itu saya tak langsung berminat menutup kepala, namun suatu hari saya tiba di satu titik dimana saya tidak bisa mengatakan tidak pada agama ini, akhirnya saya bersyahadat.”

Hana menggunakan jilbab di hari yang sama saat ia mengucap kalimat syahadat. Sepanjang jalan menuju rumah, sang adik yang seorang fotografer menjadikannya objek yang menakjubkan. Sejak saat itu Hana menyadari keinginannya untuk terus mengeksplor gaya dengan jilbab barunya. Awalnya tak berjalan mulus, namun ketika ia merasa nyaman, orang-orang sekitarnya menjadi lebih paham. Ia pun menanggapi dengan tenang jika seseorang bertanya kritis tentang keputusannya menutupi kepala, ia hanya menganggap itu sebagai resiko dari sesuatu yang ia percaya.

“Menjadi muslimah di negara barat dapat sedikit menakutkan. Anda tahu, busana juga dapat menciptakan sesuatu yang akan membantu muslimah dimana-mana untuk terus termotivasi agar mempertahankan jilbabnya sekaligus diterima oleh sekeliling karena pakaian mereka.” ujar Hana bijaksana.

Seluruh pakaian yang Hana kenakan adalah hasil padu-padan yang ia lakukan sendiri, tanpa bantuan stylist atau fashion consultant. Jauh dari kesan overdressed dan festive, Hana tampil minimalis namun berani berkesperimen dengan statement dan tetap tampak sopan. Belt dan platform shoes adalah aksesoris favoritnya. Mulai dari maxi dress, full skirt, blazer, long cardigan, crop jacket hingga Jodhpur pants dapat disulapnya menjadi sangat manis dan unik dengan sentuhan feminin yang mengagumkan. Namun diantara itu semua, cara melilitkan jilbab yang santai dan dikombinasikan dengan scarf adalah bentuk baru yang catchy dan paling inspiratif bagi gadis-gadis muslim lain di berbagai belahan dunia.

(Berbagai sumber)

SHARE