Hati-hati Keracunan Makanan!

0
44

.Mereka yang pernah mengalami keracunan makanan mungkin mengira penyebab keracunan adalah makanan terakhir yang dimakan. Nyatanya, ini tak selalu benar. Terlebih apabila kita tanpa sengaja mengkonsumsi makanan yang sebenarnya sudah basi, makan reaksinya baru akan muncul sekitar 2-6 jam setelah itu. Bahkan ada yang baru terasa beberapa hari kemudian.

Penyebab kasus keracunan makanan yang paling umum adalah bakteri Salmonella. Bakteri ini banyak ditemukan di telur dan daging mentah. Gejala keracunan Salmonella bisa muncul paling lama tiga hari setelah kita mengonsumsi makanan tersebut.

Selain Salmonella, ada juga bakteri Giardia yang kerap ditemukan di air minum yang kurang higienis. Gejalanya antara lain dehidrasi, dan baru terasa beberapa minggu setelah bakteri itu mendiami tubuh kita.

Bila kasus yang terjadi cenderung ringan hingga sedang umumnya bisa
diatasi sendiri tanpa perlu perawatan medis. Namun jika parah mungkin bisa mengancam nyawa dan butuh pertolongan medis.

Beberapa tanda yang muncul jika seseorang mengalami keracunan yaitu:

Perut kram
Ilmuan
dari University of Maryland Medical Center menuturkan kram perut
umumnya terjadi segera setelah mengonsumsi makanan, atau dalam waktu
12-72 jam. Kondisi ini merupakan salah satu usaha penolakan tubuh
terhadap zat beracun. Kram perut umumnya hilang sendiri dalam waktu 4-7
hari, tapi jika kram perutnya parah sebaiknya segera mencari bantuan
medis.

Muntah dan diare
Muntah dan diare merupakan efek yang
umum dari keracunan makanan yang merupakan usaha tubuh untuk
membersihkan diri dari racun yang tertelan. Kram perut yang timbul bisa
membuat muntah dan diare menjadi lebih parah. Jika muntah dan diare
berlangsung terus menerus bisa menyebabkan hilangnya nutrisi penting.
Kondisi ini bisa dicegah dengan mencuci tangan serta menjaga kebersihan
diri dan makanan.

Dehidrasi
Dehidrasi berarti kehilangan
cairan tubuh, elektrolit dan juga mineral yang berpotensi serius
terhadap kesehatan. Kondisi ini umumnya diperparah dengan adanya muntah
dan diare.

Untuk
dehidrasi yang parah biasanya membutuhkan cairan pengganti langsung
dari cairan infus. Untuk mencegah dehidrasi sebaiknya tetap minum air yang
banyak atau minuman yang mengandung elektrolit

Makanan yang baik
dikonsumsi ketika keracunan makanan adalah pisang, nasi, apel dan roti,
setelah dua hari atau lebih boleh mengonsumsi kentang, wortel yang
dimasak, biskuit serta buah dan sayuran lainnya.

Sedangkan untuk
cairannya bisa minum air putih, minuman olahraga, teh herbal dan jus
buah (selain jus pir dan jus apel karena bisa memicu diare).

Selain
itu ada beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari yaitu
makanan berlemak, makanan kaya serat, terlalu banyak gula, pedas,
minuman kafein dan soda.

(berbagai sumber)

SHARE