Kebiasaan Bernafas Bayi yang Baru Lahir

0
50

.Ikan bernafas dengan insan. Manusia bernafas melalui hidung. Bagaimana dengan bayi? Bayi pun bernafas melalui hidung dan mulut, namun sedikit berbeda dengan orang dewasa pada umumnya, seperti bernafas dengan suara berisik, apnea, dan bernafas dengan pola tak teratur.
 
Organ tubuh yang belum sempurna membuat si kecil memiliki kebiasaan bernafas yang berbeda dengan Anda. Minggu-minggu pertama setelah kelahirannya, anak akan menyesuaikan diri untuk mampu bernafas sendiri tanpa dibantu ibunya seperti pada saat masih di kandungan. Si kecil akan membersihkan saluran udaranya dan ini akan terdengar berisik. Menurut seorang dokter anak darri Universitas New York, suara yang berisik ketika buah hati bernafas adalah normal, karena saluran udara padanya belumlah sempurna.
 
Beberapa jam setelah lahir, tubuh anak mengalami proses pembersihan cairan ketuban dari paru-paru dan saluran udaranya. Hal ini dapat menyebabkannya batuk dan bernafas mengeluarkan suara dalam beberapa jam ke depan. Namun biasanya cairan ketuban tersebut sudah akan bersih sebelum bayi dibawa pulang ke rumah.  
 
Meski sudah bersih, nafas berisiknya belum akan berhenti. Untuk beberapa bulan awal, mungkin mereka belum akan mampu bernafas melalui mulut dan hanya melalui hidung. Akibatnya, lendir apapun yang berada dalam bagian hidung menjadi penyebab munculnya suara saat bernafas. Bisa juga karena ukuran hidung dan saluran udaranya yang masih kecil. Bagian hidung dan batang tenggorokannya masih sempit, sedang tulang rawannya masih sangat empuk dan fleksibel. Semua ini akan menimbulkan suara seperti hidung mampet.
 
Hal lain yang mungkin akan membuat Anda heran adalah apnea. Apnea adalah peristiwa bayi berhenti bernafas selama beberapa detik (biasanya kurang dari 20 detik). Hal ini normal dilakukan bayi dan tidak menimbulkan masalah. Ini terjadi karena belum sempurnanya sistem pernafasan.  
 
Selain apnea, si kecil juga belum akan mempunyai pola teratur saat bernafas. Mungkin ia akan bernafas pelan-pelan di awal dan kemudian melakukan pernafas dengan tempo cepat dalam beberapa menit ke depan. Normalnya, orang akan bernafas kurang dari 60 tarikan nafas per menit. Si kecil akan bernafas kurang lebih 40 tarikan nafas per menit. So, it is still normal. Jangan khawatir.
 
Kebiasaan bernafasnya yang unik adalah hal yang alamiah dan bukan berarti si kecil mengalami sesak nafas.  
 
(Berbagai sumber)

SHARE