Label D&G Tutup Usia

0
60

.Super brand asal Italia Dolce & Gabbana dikabarkan berencana menarik lini sekunder mereka, D&G, ke label utama sebagai salah satu upaya untuk membatasi kanibalisasi diantara kedua lini pakaian mewah tersebut. Label D&G yang terkenal karena garis desainya yang muda dan penuh hura-hura akan hilang dari pasaran dan panggung peragaan, dan sebagai kompensasinya label utama Dolce & Gabbana akan memperluas kisaran harganya untuk mengakomodasi kebutuhan koleksi pakaian yang sempurna kemewahannya namun tetap sedikit terjangkau harganya.

Beberapa suara dari pusat industri fashion menilai langkah ini sebagai sesuatu yang berisiko karena ada kemungkinan konsumen akan terjebak dalam kebingungan antara jahitan ultra seksi Dolce & Gabbana serta semangat dan jiwa D&G yang kelewat muda.

Dalam peragaan bulan lalu di Milan Fashion Week, kedua label milik pasangan Domenico Dolce dan Stefano Gabbana ini memperlihatkan perbedaannya yang begitu kentara. Ketika D&G sibuk bercanda dengan menggunakan huruf alfabet untuk membuat pola warna-warni, lini utama Dolce & Gabbana mengalir bersama syahdunya jas dan gaun berenda. Selain perbedaan yang begitu menggetarkan jiwa, D&G sendiri juga memiliki posisi istimewa karena perannya sebagai penyumbang utama pendapatan perusahaan. Dalam catatan penjualan terakhir di bulan Maret 2009, D&G menyumbang 45% dari sekitar Rp. 194 Trilyun hasil penjualan mereka. Bisa dikatakan lini sekunder ini sangat menguntungkan. Akhirnya kondisi ini pun akhirnya menimbulkan pertanyaan di mana-mana.

Kalau rencana ini benar-benar akan direalisasikan, maka panggung peragaan Milan Fashion Week Spring/Summer 2012 Collections di bulan September nanti akan menjadi panggung peragaan terakhir koleksi D&G, dan garis desainnya akan benar-benar berhenti di produksi pada bulan Agustus 2012 nanti.

Sudah siapkah Anda dengan bungkukan terakhir dari D&G di bulan September nanti?

(Berbagai sumber)

SHARE