Pantas Perempuan Menunda Pernikahan!

0
31

.Jangan salahkan perempuan, bila kini mereka banyak yang menunda-nunda pernikahan. Kaum hawa mungkin hanya ingin mendapatkan kebebasan sedikit lebih lama sebelum akhirnya ‘terkungkung’ dalam suatu ikatan pernikahan.

Hal tersebut sepertinya banyak terjadi di budaya timur akhir-akhir ini. Sejak kecil, perempuan selalu ‘dilindungi’ dan tidak mendapatkan kebebasan layaknya laki-laki. Keinginan pergi bermain di malam hari hanya dapat terwujud saat telah memiliki pekerjaan, sehingga orangtua mulai sedikit mengakui hak dan keberadaannya sebagai seorang individu, yang berhak melakukan apa yang dia mau.

Setelah bekerja, mapan, dan mandiri dengan menghasilkan uang dari keringat sendiri, seorang perempuan akan sangat menikmati kehidupannya sendiri. Bila dulu hidupnya selalu diatur dan dikendalikan orangtua, maka kini hal itu tidak berlaku lagi.

Wajar, bila saat ditanya mengapa ia belum juga menikah – meski telah memiliki pasangan – ia mengaku belum siap. Bukan ketakutan karena tidak bisa berkomitmen dan setia terhadap pasangan yang menjadi kendala, namun ia khawatir jika dirinya akan kembali ‘dikekang’ oleh suami dan tidak lagi memiliki kebebasan seperti saat masih melajang.

Contoh kebebasan yang mungkin akan direnggut dari seorang perempuan setelah menikah adalah kebebasan untuk bekerja dan berkarir di luar rumah. Tidak bisa dipungkiri, bila laki-laki di negara kita masih memiliki pola pikir budaya timur yang ‘mewajibkan’ seorang perempuan untuk cukup berada di rumah, mengurus rumah dan anak. Kalaupun bekerja, ia hanya diperbolehkan bekerja di rumah. Hal ini membuat traumanya akan penjajahan atas kebebasan hidup – saat berada di bawah kendali orangtua – kembali lagi.

Sebagai laki-laki mungkin Anda tidak akan bisa mengerti ini, karena Anda telah mendapatkan kebebasan jauh lebih banyak dan lebih lama dibanding pasangan. Untuk membuatnya mau menikah, Anda pun harus bisa menghargai kebebasan individu pasangan. Sama seperti Anda, dia berhak berkarir di luar rumah. Sebaliknya, sama seperti dirinya, Anda pun bertanggung jawab dan memiliki kewajiban untuk mengurus rumah dan anak, tidak sekedar mencari uang. Toh, perempuan dan laki-laki sama-sama sanggup mencari uang dengan kemampuan yang sama baik, bukan?

(Berbagai sumber)

SHARE