Seberapa Aman Deodoran Anda?

0
38

.Produk antiperspirant (antikeringat) dibuat untuk menghentikan Anda berkeringat, sementara deodoran dibuat agar badan Anda bebas dari bau tak sedap. Namun, di balik penawaran tetap wangi sepanjang hari pernahkah Anda menyelidiki apakah produk antiperspirant dan deodoran Anda aman bagi tubuh atau tidak?

Produk antikeringat biasanya mengandung alumunium dan zirconium, dan kandungan tersebut boleh dikata sangat berbahaya bagi tubuh Anda. Don Colbert, M.D. dalam salah satu bukunya yang berjudul What You Don’t Know May Be Killing You, memaparkan bahwa alumunium berkaitan erat dengan penyakit Alzheimer.

Jadi, saat ini jika Anda menggunakan produk deodoran atau antikeringat, maka sebaiknya memeriksa kandungan zat-zat kimianya.
Hindarilah produk yang mengandung bahan-bahan berikut:

– Alumunium klorida
– Alumunium klorohidrat
– Alumunium fenosulfat
– Alumunium sulfat
– Zink fenosulfonat
– Zirconium klorohidrat
– Zirconyl klorida

Sebagai tambahan, deodoran mungkin mengandung zat triclosan, yang telah dianggap sebagai penyebab kerusakan hati dalam tikus-tikus percobaan di laboratorium.

Meskipun US Food and Drug Administration (FDA) menetapkan menggunakan deodoran aman, Namun FDA juga memperingatkan potensi bahaya untuk jangka panjang. Banyak pewarna dan bahan-bahan kimia lainnya yang terdapat dalam antikeringat dan deodoran yang dikenal dengan karsinogen.

Nasehat Colbert adalah gunakan merek-merek deodoran yang mengandung talek (mineral yang sering digunakan untuk produk kecantikan). Itu tidak akan menimbulkan resiko kesehatan apapun, baik dalam bentuk roll on maupun yang berbentuk padat.

Tetap wangi memang penting, namun yang lebih penting adalah tetap sehat bukan?!

(berbagai sumber)

SHARE