Alergi Makanan Jadi Akar Penyakit Lain Pada Anak

0
43

.Jangan sepelekan alergi makanan! Tahukah Anda, alergi bisa menyebabkan dampak fatal pada kesehatan si kecil? Hal ini bisa terjadi bila dia mengalami alergi akibat makanan yang dikonsumsinya.

Infeksi telinga, keterlambatan kemampuan berbicara, penyakit kulit, dan perilaku menyimpang merupakan beberapa contoh gejala dari alergi makanan yang tidak lazim dialami anak-anak. Perhatikanlah baik-baik, ini merupakan masalah serius.

Bila anak Anda tidak melakukan kontak mata layaknya sehari-hari dan mulai terlihat asyik berkutat dengan dunianya si kecil, ditambah dengan infeksi telinga, dan lambatnya dia belajar bicara, maka bisa jadi buah hati bukanlah autis, melainkan menderita alergi makanan.

Penulis buku The Food Allergy Cure, Dr. Ellen Cutler, menyatakan bahwa alergi makanan menjadi kunci penting bagi akar permasalahan kesehatan anak dewasa ini. Gejalanya macam-macam. Bisa masalah pencernaan, infeksi telinga, asma, sinus, permasalahan tidur, obesitas, batuk, flu, sakit kepala, sakit tenggorokan kronis, dan sebagainya.

Alergi tingkat ringan ‘hanya’ berupa ruam bintil merah dan sakit kepala ringan. Untuk tingkat sedang, maka anak akan mengalami asma secara berkala, suara sengau, dan menjadi pemurung. Ini tidak boleh diabaikan, karena dapat mengarah ke gejala yang lebih parah dan mengakibatkan masalah kesehatan lainnya.

Lebih lanjut, alergi yang sudah parah dapat mengakibatkan muntah, gatal-gatal, kesulitan bernafas, munculnya lingkaran hitam di bawah mata, seringnya membersihkan tenggorokan, bersin, mulai kerap menggaruk hidung, gugup, mudah tersinggung, cepat lelah, dan sebagainya.

Beberapa makanan yang sering menjadi sumber anak (80 persen) – menurut Dr. Herrscher – adalah susu sapi, telur, kacang, kacang kedelai, gandung, ikan, dan kerang. Untuk itu, jangan asal memberikan makanan atau minuman pada si kecil.

(Berbagai sumber)

SHARE