Cinta Berlebih Bagaikan Air Tsunami Mematikan

0
47

.Setiap orang memimpikan untuk dapat dipuja-puja dan dicintai banyak orang. Setiap orang? Benarkah itu? Dapatkah Anda menerima rasa cinta yang mendalam dari seseorang? ‘Too Much Love Will Kill You’, menurut Queen.

Bayangkan bila orangtua sangat membanggakan diri Anda. ‘Membebankan’ seluruh impian masa muda mereka untuk dapat diwujudkan anak kesayangan mereka, Anda. Menjadi dokter, misalnya. Ayah atau ibu gagal menjadi meraih profesi tersebut. Kini dengan memiliki anak yang cerdas dan berbakat, mereka ‘memaksa’ Anda untuk menjadi seorang dokter. Dengan kasih sayang berlebih, mereka memberikan kepercayaan dan mengandalkan kemampuan Anda untuk selalu men-support terwujudnya impian ini.

Apa reaksi Anda? Bingung, marah, sakit hati, prihatin, sedih, dan segala perasaan yang bercampur aduk. Rasa senang karena dibangga-banggakan orangtua berubah menjadi kekecewaan yang membuat sakit hati mendalam. Menjadi dokter bukanlah impian Anda. Itu keinginan orangtua. Menolaknya, berarti menghancurkan kepercayaan dan mematahkan ‘ketulusan’ cinta orangtua yang berlebih.

Cinta tak hanya datang dari orangtua, namun juga pasangan. Dia mengharapkan Anda dapat menjadi suami atau istri yang sempurna. Tidak perduli betapa sibuk dan lelahnya Anda berperan menjadi bos di kantor, pasangan menuntut Anda untuk tetap selalu bersikap romantis. Bila Anda seorang suami yang memiliki istri setia yang selalu menyiapkan bekal makan siang di kantor, tentu Anda akan merasa sangat bersalah bila tidak memakannya. Bukan tidak mau, namun tiap makan siang, Anda harus menemui klien di berbagai restoran berbeda. Mana yang harus Anda pilih? Mengabaikan makanan penuh cinta dari istri atau terlihat tidak sopan di depan klien dengan membiarkannya menyantap makanan restoran sendirian, sementara Anda sedang melakukan pendekatan bisnis? Pasangan tentu akan sedih bila makanan yang dibuatkannya kembali ke rumah dalam keadaan utuh tak tersentuh. Pasangan kecewa, Anda pun merasa sangat bersalah. Sedang di sisi lain, pasangan selalu mengharapkan tidak adanya kegagalan dalam karir Anda. Ia percaya sepenuhnya kepada Anda, the perfect spouse. Rasanya ingin teriak, serba salah.

Cinta dan kasih sayang bagaikan air. Lembutnya air terasa menyejukkan dan menenangkan di tubuh. Tidak demikian dengan air yang bertubi-tubi mendatangi Anda dalam jumlah, kekuatan, dan kecepatan tak terkira. Tsunami yang baru saja terjadi di Jepang hari ini, contohnya. Air tsunami dengan kekuatan dan volume yang dahsyat terbukti mampu membunuh ribuan nyawa dalam hitungan detik. Begitu pula dengan cinta. Semakin banyak orang yang mencintai Anda sepenuh hati dalam waktu yang bersamaan justru akan membuat Anda tersiksa.

Ghiboo ikut prihatin dan berbelasungkawa akan terjadinya bencana Tsunami di Jepang tersebut. Apapun yang berlebihan tentu tidak akan pernah baik untuk kita.

(Berbagai sumber)

SHARE