CLS Knights Melangkah ke Final

0
22

.Laga semifinal pertama NBL Championship Series, Nuvo CLS Knights Surabaya berikan kegembiraan kepada pendukungnya, setelah berhasil melajut ke final untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Pelita Jaya Esia Jakarta.

Buruknya persentase memasukkan bola yang hanya 20%, Pelita Jaya tertinggal 10 poin di kuarter ini dengan 23-13 untuk CLS Knights. Dua tembakan three point dan satu lagi di kuarter kedua menjadikan Sandy sebagai pemain paling berbahaya pada laga ini. Hingga akhir kuarter kedua, Sandy membukukan 13 poin, sementara para pemain Pelita Jaya tak ada yang mampu mencetak poin di atas empat angka. Pertahanan rapat CLS Knights yang menekan Pelita Jaya dari daerah pertahanan mereka benar-benar membuat Kelly Purwanto dan kawan-kawan tidak mampu mengembangkan permainan. Hal ini juga ditambah dengan masih buruknya field goal yang hanya 24 persen. Pelita Jaya hanya mampu mencetak 12 angka di kuarter kedua dan semakin tertinggal hingga 16 angka di akhir kuarter kedua dengan skor 41-25.

Peliata Jaya seperti kehilangan konsenterasi, tujuh kali turn over di kuarter tiga dikonversikan menjadi lima poin oleh CLS Knights, dan Pelita hanya mampu mencetak lima poin di kuarter ini. Sementara CLS semakin meninggalkan jauh Pelita Jaya dengan 58-30.

Baru di kuarter 4, Pelita Jaya mulai bangkit. Unggul 13 dalam perolehan poin di kuarter ini, namun hal tersebut masih belum mampu mengejar poin CLS Knights. Skor penutup adalah 68-53 untuk CLS Knights.

“Karena kami sudah pasti bisa masuk final, maka tentunya target kami berikut adalah menjadi juara. Kami optimistis akan hal tersebut karena tim kami cukup disiplin dalam defense. Kami sangat menghargai kekompakan tim sehingga pergantian peran dalam pertandingan bisa lancar dilakukan. Dalam menghadapi final kami akan melakukan berbagai persiapan. Latihan pasti, plus terus meningkatkan disiplin. Kami yakin bisa menghadapi tim manapun asalkan performa pemain bisa dijaga agar tetap bagus. Untuk kedepannya tunggu saja kejutan yang bisa terjadi,” ungkap Risdianto, assistant coach CLS Knights.

Sementara itu, Rastafari Horongbala, headhcoach Pelita Jaya mengakui bahwa timnya bermain kurang memuaskan. “Kali ini kami memang kalah, pemain tidak bisa menembak dengan bagus. Selain itu kekalahan yang kami alami kali ini juga karena belum ada mental juara pada setiap diri pemain. Dari awal sudah kalah start, harusnya kami bisa main imbang,” ungkapnya.

Partai final akan berlangsung Minggu, 13 Maret 2011 antara CLS Knights yang akan berhadapan dengan pemenang dari Satria Muda vs Aspac Jakarta.

(Ghiboo)

SHARE