Anak Tidak Mau Ditinggal Barang Sedetik!

0
28

.Memiliki ikatan yang kuat dan dekat dengan anak mungkin justru akan membuat Anda kerepotan. Contoh, anak Anda yang berumur tujuh bulan selalu menangis setiap kali Anda meninggalkannya. Bahkan dia tidak mau dipegang oleh ayahnya sendiri.

Wajar, karena Anda adalah satu-satunya orang yang selalu ada di sampingnya selama 24 jam tiap hari dalam seminggu. Si kecil tentu tidak akan mau dipisahkan dari Anda. Jauh dari Anda membuatnya merasa tidak aman.

‘Jauhkan’ dia dari Anda sedikit demi sedikit. Jangan terlalu memaksakan hal ini. Pelan-pelan saja. Berikan pemahaman padanya bahwa Anda akan selalu dekat dengannya sekaligus pembelajaran bahwa ia harus bisa jauh dari Anda dalam waktu yang bersamaan. Letakkan dia di pangkuan dan biarkan ayahnya bermain dengannya. Bila perhatiannya sudah tertarik kepada sang ayah, serahkan dia kepada suami. Bila anak mulai menangis, ambil kembali dia dan letakkan lagi di pangkuan Anda. Lakukan hal ini berulang kali.

Bisa juga dengan mengalihkan perhatiannya melalui mainan. Jauhkan diri Anda darinya yang sedang asyik bermain, inci demi inci. Duduklah dengan diam dan perhatikan dirinya. Jika dia terlihat nyaman, bergeraklah sedikit lebih jauh lagi, namun ingat, Anda harus segera kembali berada di sisinya ketika dia mulai merasa khawatir. Lambat laun dia akan terbiasa jauh dari Anda dan dia akan mengerti, bahwa Anda tidak akan pernah terlalu jauh darinya karena Anda akan langsung berada di sampingnya kala dibutuhkan.

Saat berada jauh dari si kecil, bernyanyilah dan bersenandunglah agar ia tetap mendengar suara Anda. Dengan ini dia akan selalu dapat merasakan kehadiran Anda di dekatnya dan Anda tidak sepenuhnya ‘menghilang’. Satu hal yang perlu dicatat, jangan menghilang diam-diam darinya! Hal ini akan menimbulkan syok pada si kecil. Ia akan kecewa, marah, dan sedih. Usahakan selalu pamit sebelum meninggalkannya dengan berkata, “Mama tinggal sebentar, ya.” Pamit adalah jalan terbaik, meski itu dapat membuatnya menangis sementara. Dengan pamit, ini menjadi salah satu cara menyatakan bahwa segalanya akan tetap baik-baik saja meski Anda jauh darinya.

Kuncinya satu, sabar. Pelan-pelan, ia akan mulai terbiasa ditinggal beberapa saat.

(Beberapa sumber)

SHARE