Rumor VS Fakta Seputar Peralatan Dapur

0
71

.Banyak informasi yang beredar menyebutkan bahwa beberapa peralatan dapur yang dijual bebas di pasaran dapat membahayakan kesehatan tubuh. Benarkah demikian? Berikut beberapa rumor dan fakta yang dapat dijadikan acuan bagi Anda agar lebih pintar dalam memilih dan menggunakan piranti dapur sebagaimana mestinya.

Penggorengan Anti Lengket
Rumor: Penyebab kanker
Fakta: Dapat menyebabkan kanker jika dipanaskan lebih dari 260 derajat celcius. Zat kimia yang digunakan untuk membuat lapisan anti lengket pada peralatan ini adalah perfluorooctanoic acid atau PFOA. Penggunaan zat tersebut secara berlebihan pada hewan konon dipercaya bisa menyebabkan kanker, kelahiran dengan berat badan rendah, dan masalah kesehatan lainnya.

Dupont, pabrik yang mengeluarkan produk Teflon, menyarankan agar proses memasak maksimum sampai 260 derajay Celcius saja. Jika panas melewati 350 derajat Celcius, pelapis anti lengketnya bisa pecah dan menyebabkan PFOA dan gas beracun lainnya akan keluar.

Langkah pengamanan: Karena suhu maksimum untuk proses memasak sebaiknya hanya sampai 260 derajat Celcius, Segera tambahkan air atau minyak ke dalam wadah saat panci atau wajan dipanaskan di atas api untuk menyerap panas. Dan, buang peralatan itu saat terlihat goresan atau ada partikel-partikel kecil masuk ke makanan

Berbahan aluminium
Rumor: Penyebab Alzheimer
Fakta: Sangat tidak mungkin, karena penyebab Alzheimer bukanlah semata karena aluminium yang terdapat pada piranti memasak. Menyerap lebih dari 1000 mg aluminium setiap hari mungkin bisa meracuni otak. KArena itu, batasi memasak dengan panci aluminium, membungkus sisa makanan memakai alumunium foil dan mengonsumsi minuman kaleng maksimal hanya mencapai 9 gr, kata Maria Carrillo, PhD, direktur bidang medical and scientific relations di Alzheimer?s Association.

Langkah pengamanan: Aluminium telah terbukti secara ilmiah aman bagi tubuh. Tetapi jika ingin mendapatkan manfaat yang lebih maksimal dari piranti masak Anda, gunakan wajan atau piranti lain dari besi karena zat tersebut bisa masuk ke dalam makanan dan diterima dengan baik oleh tubuh.

Plastik di Microwave
Rumor: Zat kimia plastik menyebabkan kanker
Fakta: Lebih baik gunakan gelas di microwave

Plasticizers (zat kimia yang membuat plastik jadi lunak dan lembut) dari pembungkus dan kotak plastik tentu saja bisa pindah ke makanan di dalam suhu ruang, tapi proses pemanasan membuat penyerapan semakin cepat.

Langkah pengamanan: Hanya gunakan wadah yang berlabel microwave save karena produk lain bisa pecah atau meleleh saat dipanaskan.

Botol Air Mineral
Rumor: Mengandung zat kimia berbahaya
Fakta: Ada satu jenis botol yang menurut para ilmuwan sudah terbukti menggunakan zat kimia bisphenol-A (BPA), yaitu zat yang memiliki sifat mirip estrogen dan bisa mengganggu sistem kelenjar endokrin. Tipe botol yang dimaksud adalah yang bisa dipakai berulang-ulang, terbuat dari plastik keras, dan biasanya dijual di toko olahraga.

Dari 700 penelitian yang dilakukan NIEHS (National Institute of Environmental Health Sciences) tahun 2006 diketahui kalau hewan pengerat diberi zat BPA sesuai dosis yang manusia konsumsi saat meminum air dari botol jenis ini terlihat adanya peningkatan angka kanker payudara, pubertas dini, pengurangan jumlah sperma dan gangguan syaraf.

Langkah pengamanan: Meski tidak ada bukti yang membahayakan dari penggunaan botol minuman biasa, lebih baik gunakan botol minuman yang terbuat dari stainless steel.

Jangan sampai salah. Telitilah sebelum membeli peralatan dapur untuk kesehatan jangka panjang.

(berbagai sumber)

SHARE