Anak Gaul, Orangtua Harus Lebih Gaul!

0
34

.Sebagai orangtua, jangan pernah membatasi diri Anda. Tidak pernah ada batasan umur untuk bergaul. Semua bukan untuk kesenangan diri sendiri, melainkan demi buah hati. Anda tidak akan bisa melarang pergaulan anak yang sudah mulai remaja. Rasa ingin tahu seorang remaja sangatlah besar. Jangan malas untuk mencari tahu dan mengikuti perkembangan zaman. Teknologi, misalnya. Pergaulannya di beberapa media sosial sangatlah penting untuk selalu dipantau. Begitu pula dengan tempat-tempat ‘nongkrong’ terbaru. Tempat clubbing, misalnya.

Untuk Anda yang membesarkan anak di daerah tentu ‘melacak jejak’ pergaulan sang buah hati tidak akan semerepotkan dengan Anda yang berada di kota besar, layaknya Jakarta. Kesempatan seorang anak yang polos untuk berubah 180 derajat menjadi liar dan tak terkendali sangatlah besar di sini. Semua akibat kemudahan akses yang didapat dan ditawarkan di kota-kota besar.

Jangan buru-buru menyalahkan teman-temannya yang berandal. Bisa jadi memang anak Anda yang penasaran dan mencoba segala hal baru yang menjadi kebiasaan temannya. Sebut saja, minum-minuman keras, rokok, dan ajojing sampai pagi di club.

Anda harus peka terhadap sinyal-sinyal ‘kenakalan’ remaja. Mayoritas anak akan mencoba banyak hal buruk di tempat clubbing atau tempat hiburan malam lainnya dengan alasan ‘menginap di rumah teman’, ‘acara ulang tahun teman’, atau ‘malam keakraban dengan teman-teman sekelas atau sekolah’. Be smart here. Jangan percaya begitu saja. Cari tahu nomer telepon teman-temannya, orangtua mereka, dan tempat tinggal mereka.

Bersama dengan pasangan, bergaullah di tengah kota dari malam hari hingga pagi hari suatu waktu. Buka mata Anda dan kenalilah ‘dunia anak’ yang sebenarnya. Jangan menutup mata hanya karena anak berkelakuan manis, lugu, dan penurut di rumah. Satu langkah keluar dari rumah, ia akan langsung berganti baju yang lebih minim dan ‘berubah kepribadian’. Saingi eksistensi anak. Dengan demikian Anda akan memahami topik-topik pembicaraan rahasia yang dilakukan anak dengan temannya.

Ikuti buah hati dengan diam-diam. Buntuti dia. Dengan begini, Anda bisa mengetahui siapa dan bagaimana anak dan perkembangan pergaulannya yang sebenarnya. Bila memang anak sudah mengarah ke kriminalitas, Anda harus berani bertindak tegas. Tutup semua aksesnya ke arah itu.

Lebih baik Anda dibenci dia kini, daripada Anda menyesal seumur hidup akibat ‘kecolongan’. Saat dia sudah dewasa kelak, dia akan mengerti alasan Anda bersikap tegas padanya waktu remaja dulu dan dia akan sangat berterimakasih pada Anda akhirnya nanti.

(Berbagai sumber)

SHARE