Mindful Eating: Metode Menurunkan Berat Badan

0
79

.Tubuh kita memiliki sistem penyeimbang tersendiri. Saat kita kekurangan makan, tubuh akan kehilangan berat. Sedangkan saat kita terlalu banyak makan, berat tubuh pun meningkat.

“Banyak ilmu yang mengatakan bahwa kita harus mengawasi apa yang kita makan supaya berat tidak meningkat. Tetapi dengan Mindful Eating, jika cara makan benar, kita tidak perlu takut dengan efek makanannya itu,” jelas Reza Gunawan, praktisi kesehatan holistik, pada talkshow “Mindful Eating” yang diselenggarakan Majalah Hello Indonesia dan Kem Chicks, Sabtu, 12 Maret 2011, di Pacific Place, Jakarta.

Menurutnya, saat ini banyak orang yang melakukan aktivitas makan bukanlah sebagai pemenuhan gizi, tetapi sebagai teman mengisi waktu luang, pelarian, mengatasi stres, atau menemani saat bosan. “Banyak dari kita yang hidup secara otomatis. Tubuh, perhatian, dan nafas sering tidak ada di masa yang sama. Ini yang disebut forgetfulness,” tambah suami Dewi Lestari ini.

Kualitas hidup hadir dari perhatian. Tetapi banyak hal yang tidak terasa berarti karena kurang perhatian. Jangankan perhatian terhadap pasangan hidup, bahkan dengan benda mati saja kita sering tak beri perhatian penuh.

Untuk melatih perhatian, bisa dilakukan dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Latihan bisa dimulai dengan hal-hal keseharian, seperti melatih Mindful Breathing, Mindful Drinking, dan Mindful Eating, yang nantinya akan berujung pada mindul everything (semua hal yang dilakukan dengan perasaan dan perhatian penuh).

Mindful Breathing
Pikiran kita seringkali tidak fokus. Kita sering lupa untuk berhenti berpikir dan menikmati masa kini. Kita sering disibukkan dengan aktivitas pekerjaan tanpa memberikan jeda kepada otak untuk beristirahat sejenak.

Dengan penuhnya pikiran, kita lupa apa rasanya menikmati bernafas. Cobalah berlatih bernafas sekitar 3-5 detik. Duduk relaks, jangan menyilangkan tangan maupun kaki, tenangkan pikiran, berhenti memaksa otak berpikir, pejamkan mata, dan fokuslah ketika menarik nafas.

Pilih salah satu bagian tubuh berikut ini; bagian lubang hidung yang merasakan keluar-masuk udara, atau kembang-kempisnya perut saat bernafas. Fokuskan pada salah satu. Latihan ini bisa dilakukan kapan pun dan selama apa pun waktu yang Anda punya. “Ini adalah latihan untuk melatih konsentrasi dan berguna untuk menyembuhkan sakit kepala,” ungkap Reza.

Mindful Drinking
Banyak dari kita, yang minum dengan tergesa-gesa. Sebelum minum, cobalah untuk benar-benar menyadari keadaan bahwa Anda ingin minum. “Lihat air yang akan Anda minum, bayangkan bagaimana perjalanan air ini hingga hadir di hadapan Anda. Saat Anda minum seteguk, bayangkan dan rasakan aliran air ada di dalam mulut, membasahi dinding mulut, turun ke dalam kerongkongan, hingga masuk ke dalam perut,” saran Reza. Setelah itu, jangan terburu-buru untuk menenggak air berikutnya.

Mindful Eating
“Singkirkan segala pengganggu konsetrasi saat makan, mulai dari ponsel, majalah, televisi, atau apapun pun yang bisa mengganggu perhatian Anda. Perhatikan makanan yang ada di hadapan Anda. Lihat teksturnya, hirup aromanya, sentuh makanannya jika memang bisa dipegang, gigit, dan kecaplah rasa yang ada di makanan itu.

Anda akan bisa mengetahui rasa apa saja yang ada pada satu gigitan. Nikmati makanan tersebut dengan keenam indera, telan habis gigitan pertama itu, baru masukkan lagi gigitan yang baru dan rasakan dengan penuh perhatian.

Mengenai Mindful Eating, Reza mengungkap, “Saya mengartikan Mindful Eating sebagai meditasi makan, nikmatnya makan dengan penuh perhatian. Beberapa orang yang mencoba latihan ini berhasil menurunkan beberapa kilogram berat badannya.”

Selain dapat menurunkan berat badan, manfaat lainnya yakni:

1. Pikiran jadi relaks, tidak selalu kelelahan memikirkanm masalah kerjaan yang belum selesai.
2. Lebih bisa menikmati rasa dan menstimulasi organ-organ dalam tubuh.
3. Penyerapan gizi lebih baik.
4. Ada rasa syukur saat Anda bisa menikmati hal-hal kecil dalam kehidupan dan keseharian.
5. Menjaga makan supaya tidak berlebihan, karena pusat kepuasan otak lebih terstimulasi saat makan perlahan dan menyadari bahwa Anda sedang makan. Karena tubuh memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk mencerna dan merasa kenyang. Jika makan terlalu cepat apalagi sambil mengobrol, seringkali kita tidak menyadari sudah makan banyak. Padahal belum tentu tubuh memerlukan makanan sebanyak itu.

Tips: Untuk pemula, pilihlah salah satu jam makan (sarapan, makan siang, atau makan malam) saja selama sebulan. Lalu bulan kedua mulai lakukan di setiap kali Anda akan makan. Saat makan bersama orang lain, lakukan Mindful Eating saat akan menyuap, selesaikan gigitan dan kunyahan satu per satu, kemudian bicara di antara kunyahan yang penuh perhatian itu, dan Anda akan terbiasa.

(Ghiboo)

SHARE