Stone Temple Pilots, Wet and Hot Concert

0
42

.Bertempat di arena terbuka PRJ Kemayoran Jakarta, JAVA Musikindo menghadirkan pahlawan musik era 90-an di akhir minggu anda. Stone Temple Pilots untuk pertamakalinya mengadakan konser di Jakarta dan sukses menyedot ribuan penonton yang penasaran dengan aksi panggung dari band yang sedang mengadakan tur Asia Tenggara dengan mengunjungi Filipina, Singapura dan tentu saja Indonesia pada hari Minggu 13 Maret 2011.

Disambut oleh gerimis kecil, pukul setengah enam puluhan penonton sudah memadati pintu masuk. Konser Stone Temple Pilots kali ini terdiri dari dua panggung, satu main stage dan satu welcoming stage. Band lokal yang tampil pertama di welcoming stage adalah Bobby Jones. Band baru ini merupkan band yang drummernya diisi oleh Axel, anak dari gitaris band /rif, Ovy. Empat lagu dibawakan oleh Bobby Jones dan pada lagu kedua mereka membawakan ulang lagu milik band Suckerhead, yang salah satu personilnya merupakan produser musik handal, Krisna J Sadrach.

Band lokal kedua yang tampil di welcoming stage adalah Morfem. Band baru dengan vokalis Jimi Multhazam yang juga merupakan vokalis dari band dengan fan-base yang cukup besar, the Upstairs. Enam lagu yang dibawakan oleh Morfem sekan belum cukup hingga mereka juga mengajak penonton untuk menyaksikan penampilan mereka lagi tiga hari lagi. Setelah Morfem tampil, MC pun memanggilkan beberapa penonton yang beruntung menyaksikan Stone Temple Pilots gratis dengan program yang mereka ikuti dari promo yang diberikan oleh sang sponsor utama.

Tepat jam delapan malam, panggung utama bergema. Tampil diatas panggung, The Flowers, sebuah band yang legendaris pada era 90-an dan kembali merilis album pada tahun lalu. The Flowers yang malam tadi membawakan total tujuh buah lagu membawakan lagu-lagu dari beberapa album mereka. Pada lagu ketiga, The Flowers sempat membawakan lagu anak kecil milik A.T Mahmud, Ambilkan Bulan Bu.

Dua lagu terakhir The Flowers menjadi klimaks. Pada lagu keenam mereka membawakan hits yang telah sukses mengangkat nama mereka ke industri musik yaitu Tolong Bu Dokter.Rajawali menjadi lagu terakhir mereka dan sukses membuat koor massal dengan kata Rajawali sebagai punchline. Berakhirnya aksi The Flowers maka membuat penonton semakin bersiap untuk Stone Temple Pilots.

Adrie Subono melalui laman twitternya mengatakan bahwa jam sembilan malam Stone Temple Pilots akan muncul diatas panggung. Walaupun telat sepuluh menit dari jadwal semula, akhirnya tampillah Stone Temple Pilot dengan latar belakang berupa gambar ilustrasi dari album self-titled keenam mereka. Kali ini Stone Temple Pilot tampil dengan formasi awal mereka yaitu Scott Weiland (vokal), Robert dan Dean DeLeo (bass dan gitar) serta Eric Kretz (drum).

Weiland yang bersama Slash pernah tergabung dalam super grup Velvet Revolver, tampil dengan setelan jeans, jaket, kacamata dan topi koboi berwarna gelap dan membawa TOA pada awal lagu sebelum melepaskan jaket dan topi koboinya mulai lagu kedua. Walaupun gerimis kembali menyapa pada saat Stone Temple Pilot tampil, hal tersebut tidak menyurutkan penonton yang tetap setia menyaksikan, rock on!.

Pada konser malam itu, Weiland tidak terlalu banyak bicara dan menyapa penggemar yang hadir. Akan tetapi memang musik yang mereka bawakan sangat terdengar maksimal seperti anda mendengarkan CD nya langsung. Kolaborasi dahsyat dari Kemampuan vokal kelas dunia Weiland dan penampilan prima yang disajikan oleh Kretz dan DeLeo bersaudara.

Crackerman menjadi lagu pembuka Stone Temple Pilots yang diikuti dengan lagu Wicked Garden. Lagu Vasoline yang diambil dari album Purple menjadi lagu ketiga yang ditampilkan. Pada lagu kelima Stone Temple Pilots membawakan lagu Between The Lines dan lagu yang menjadi soundtrack untuk film The Crow, Big Empty, menjadi lagu kedelapan yang mereka mainkan.

Stone Temple Pilots sempat membawakan ulang lagu milik Led Zeppelin yang berjudul Dancing Days pada lagu kesembilan dan histeria penonton pecah ketika Stone Temple Pilots membawakan lagu Plush. Hal yang sangat wajar mengingat Plush adalah lagu yang membawa Stone Temple Pilots meraih Best Hard Rock Performance pada ajang Grammy Awards 1994 dari album pertama mereka, Core.

Selepas Plush, Stone Temple Pilots berturut membawakan Interstate Love Song dari album Purple dan juga Huckleberry Crumble yang merupakan lagu yang ada dalam album baru mereka. Down menjadi lagu keempatbelas yang mereka bawakan dan Weiland membunyikan sirine polisi yang dikeluarkan melalui pengeras suara yang ditodongkan melalui mic miliknya seraya berkata, “Goodnight!,” dan mengakhiri konser malam itu.

Yah tentu saja tadi merupakan akhir sementara sebelum Stone Temple Pilot melakukan sebuah Encore dan membawakan lagi dua buah lagu seperti Dead & Bloated dan Trippin On a Hole In A Paper Heart sebelum benar-benar mengakhiri konser pertamanya di Indonesia. Terlepas dari kondisi yang basah dan agak gerah serta kenyataan bahwa esoknya adalah hari Senin, Stone Temple Pilots menyajikan penampilan bermusik kelas dunia pada konsernya pada arena terbuka PRJ Kemayoran malam itu dengan durasi satu setengah jam. See you at next music events.

Silahkan klik disini untuk melihat foto-foto dari konser Stone Temple Pilots.

(Ghiboo)

SHARE