Berpihak Pada Anak, Ciptakan Gencatan Senjata

0
52

.Perang dengan anak akan terjadi ketika dia sudah mulai remaja. Entah kenapa anak seakan menjadi sangat sensitif terhadap orangtua. Teenagers hate parents. Itu sudah rumus dasar. Anak akan menjauhi, menutup diri, dan merahasiakan apapun. Dia merasa anti terhadap Anda dan pasangan. Semua terjadi karena kesalahan Anda sendiri. Orangtua sering tidak sadar bahwa mereka hampir selalu mengintimidasi anak mereka.

Anak tidak akan pernah mengerti di mana letak kasih sayang orangtuanya, jika setiap hari yang mereka hadapi di rumah adalah pertanyaan curiga dan menuduh dari sang orangtua. Interogasi mengenai teman-teman, aktifitas, dan sekolahnya dirasa sangat mengganggu, seakan-akan ia sudah didakwa oleh suatu kesalahan yang tidak dilakukannya.

Sikap mengintimidasi dengan bentuk-bentuk interogasi hanya akan membuat dirinya semakin menempatkan Anda sebagai musuh terbesarnya. Merasa diincar musuh, ia pun akan berlindung, berlari, dan menjauhi Anda. Untuk memperbaiki ini, Anda ‘hanya’ perlu memposisikan diri sebagai remaja juga. Be on your kids’ team!

Luangkan lebih banyak waktu dengannya. Berusahalah mengerti kesulitan, harapan, dan hidup seorang remaja. Bermainlah cantik. Bersikap selalu membela dan berpihak pada dirinya, sekaligus tetap tegas di saat yang bersamaan.

Saat bersamanya, lakukan hal-hal yang disukai anak, bukan yang Anda sukai atau yang menurut Anda akan disukainya. Tanya apa yang ingin ia lakukan. Bisa dengan menunggah lagu-lagu kesukaannya di komputer, bermain video game, berbelanja pernak-pernik atau aksesoris lucu, dan masih banyak lagi. Biarkan dia yang ‘membimbing’ Anda memasuki dunianya.

Setelah suasana hangat muncul, mulailah bicarakan tentang teman-temannya, sekolahnya, gurunya, dan segala hal yang berhubungan dengannya. Dalam suasana akrab seperti itu, anak tidak akan merasa diinterogasi. Ia justru akan berpikir bahwa ‘informasi’ yang diberikan olehnya kepada Anda adalah suatu bentuk perbincangan dan obrolan ringan, layaknya dengan sahabat. Biarkan dia ‘bercerita, bukan ‘menjawab’ pertanyaan.

Anak harus tahu bahwa ia tidak sendirian di rumah. Orangtua bukanlah musuh yang akan mengintimidasi dan menyalahkannya, namun sahabat yang siap selalu ‘membela’ dirinya dan membimbing ke arah yang lebih baik.

(Berbagai sumber)

SHARE