Cara Cermat Membeli Obat

0
25

.Agar berobat semakin efisien, ada hal-hal yang harus kita pahami terlebih dahulu sebelum kita menelan obat bulat-bulat. Karena keseringan mengkonsumsi obat akan berakibat buruk bagi ginjal. Jadi sebaiknya Anda mulai teliti dari sekarang.

1. Tidak semua obat manjur
Obat akan memberi efek setelah beberapa kali minum, kalau hal ini tidak terjadi kita berhak untuk bertanya ke dokter yang memeriksa. Melanjutkan meminum obat tanpa khasiat, selain dapat merugikan ekonomi, juga akan menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.

2. Tidak semua resep harus kita terima
Ada dua acuan dokter dalam menulis resep obat kepada pasien. Pertama, memberi obat pereda gejala. Kedua, memberi obat pokok untuk menuntaskan penyebab sakit. Sebagai contoh, jika kita bisa tahan dengan keluhan pilek yang menyertai flu, maka kita bisa menolak jenis obat yang pertama dan memilih obat pokoknya saja.

3. Curiga jika diberi obat yang terlalu banyak
Ada dokter yang memberi resep obat yang banyak karena tidak yakin dengan hasil diagnosisnya. Resep yang berlebihan akan menyebabkan iatrogenic atau pasien akan bertambah sakit karena diagnosis tidak tepat. Sebagai pasien, kita berhak bertanya kepada dokter tentang penyakit, obat pokok dan obat tambahan serta efek sampingnya. Hal tersebut akan menguntungkan diri kita sendiri.

4. Tidak harus menghabiskan semua obat
Obat sitomatik atau pereda gejala biasaya tidak perlu dihabiskan, setelah keluhan menghilang sebaiknya pemakaian dihentikan. Kita harus tahu obat mana yang tidak perlu dihabiskan dan obat mana yang bisa digunakan lagi jika suatu hari penyakit itu datang menyerang. Obat yang harus dihabiskan hanyalah berupa antibiotik.

5. Tidak semua penyakit butuh obat
Bagaimanapun obat akan jadi berbahaya jika salah alamat dan dikonsumsi secara terus menerus. Meski obat asli yang dijual di pasaran sekalipun, pasti memiliki efek samping apalagi jika dipakai secara terus menerus. Pada dasarnya tubuh kita punya mekanisme penyembuhan yang besar. Intervensi obat yang berlebihan justru mengganggu mekanisme alamiah tubuh tersebut.

6. Periksa harga di internet
Beberapa apotek sudah memiliki situsnya sendiri, dari sana kita dapat membandingkan harga atau berbelanja secara online.

Ingat! Jangan pernah membeli obat tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan apoteker atau dokter, apalagi membeli obat keras.

(berbagai sumber)

SHARE