'Menganalisa' Gambar Si Kecil

0
28

.Percaya atau tidak, namun seorang anak dapat benar-benar ‘berbicara’ melalui gambar yang dibuatnya. Bahkan, meski sudah bisa menulis dan berbicara, ia akan tetap dapat menorehkan perasaan – yang tidak bisa diungkapkan melalui kata-kata – dengan gambar.

Pada usia 2-4 tahun, ia baru akan bisa mengoreskan garis tak beraturan layaknya tulisan cakar ayam dan pada usia keempat, ia sudah akan bisa menggambar garis. Bertambah besar (5-6 tahun), si kecil sudah akan sanggup menggambar simbol-simbol deskriptif. Maksudnya, dia akan mulai menggambar konsep, namun bukan figur nyata (tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan). Setahun kemudian, yakni pada usia 7-8 tahun, dia akan meniru obyek yang ada di sekitarnya. Anak baru akan mampu menggambar realis saat telah berumur 9-10 tahun.

Batin, pemikiran, dan perasaan si kecil bisa diketahui hanya dengan melihat gambarnya. Perhatikan gambar tersebut. Bila tiba-tiba terdapat gambar aneh dalam keseluruhan gambar yang diciptakannya, maka Anda perlu mewaspadai hal tersebut. Monster, senjata, hantu, dan gambar kekerasan atau yang terlihat mengancam lainnya  adalah contohnya. Gambar-gambar tersebut mengindikasikan kekacauan batin yang sedang dihadapinya.

Pemilihan warna juga penting. Mana yang dia gunakan? Warna gelap seperti hitam dan merah atau warna terang dan lembut, seperti biru dan pink? Banyaknya warna merah dan hitam di sana menandakan adanya masalah pada anak. Hitam menunjukkan depresi, kehilangan harapan, atau perasaan sendiri yang tak dapat dijangkau oleh siapa pun. Sedang merah menunjukkan kemarahan dan betapa agresifnya dia. Warna kalem seperti biru dan hijau memiliki makna sebaliknya, yakni positif. Sebuah gambar tidak akan bisa membuktikan apapun. Namun jika si kecil telah menggambar serangkaian gambar dengan warna gelap, maka Anda harus lebih memperhatikan anak. Sepertinya dia dalam masalah.

Coba minta buah hati menggambar tentang keluarganya. Gambar inilah yang akan menunjukkan pemahaman dan perasaan apa yang ditangkapnya sebagai ‘keluarga’. Bagaimana ia ‘melihat’ Anda, pasangan, dan saudara-saudaranya. Siapa yang ‘dihilangkan’ (tidak digambar) dan siapa yang dekat dengannya di gambar tersebut?

Untuk mengungkapkan dirinya, Anda bisa memintanya menggambar seorang manusia. Bagaimana kualitasnya? Apakah figur tersebut kecil, mungil, atau terlalu besar? Apakah ada beberapa area yang diarsir terlalu tebal? Apakah dalam gambar itu terdapat gambar gigi, senjata, atau hal-hal tak lazim lainnya? Semua ini merupakan pertanda dia merasa tak aman dan sedang terjadinya konflik dalam dirinya. Orang pada umumnya secara tidak langsung merepresentasikan dirinya melalui gambar. Lihatlah bagaimana si kecil melihat dirinya sendiri.

Bila anak seperti menyembunikan sesuatu dan tidak mau bicara, maka sediakan saja kertas gambar, crayon, pensil, dan cat warna. Anda akan menemukan jawabannya.

(Berbagai sumber)

SHARE