Perkataan Saat Patah Hati Bermakna Sebaliknya

0
48

.Pasangan akan berubah menjadi bangkai segera setelah dirinya putus hubungan dengan Anda. Sosoknya yang selalu menjelma terlihat bagai pelangi dan bunga yang indah, kini hanya tinggal kenangan dan kebencian.

Semakin Anda mencintainya, semakin Anda membencinya. Terlebih bila Anda berpisah akibat suatu masalah yang merugikan salah satu pihak. Sakit hati akibat merasa direndahkan, dilecehkan, dikhianati, dan sebagainya akan membakar hati.

Hati-hati bila Anda berada dalam situasi tersebut. Bila mantan kekasih masih sakit hati, karena Anda meninggalkannya untuk memilih bersama orang lain, maka harap dimaklumi jika dia mengamuk. Tidak cukup mengamuk pada detik-detik saat akan berpisah, mantan akan terus melancarkan serangan dengan berkoar-koar menjelekkan Anda di berbagai media. Social media menjadi tempat yang banyak dipilih untuk menumpahkan kekesalan seseorang. “Menyesal aku pernah memilih kamu. Aku enggak akan mau sama kamu, kalau tahu seleramu hanyalah bersama perempuan murahan seperti itu!” begitu tulisnya dalam sebuah status.

Kalimat di atas jelas merujuk pada Anda dan pasangan Anda sekarang, meski tidak mencantumkan nama. Ia mengungkapkan betap rendahnya selera Anda. Ia menyatakan penyesalannya pernah menjadi kekasih Anda. Tak hanya itu, ia pun menghina pasangan Anda dengan mengatainya ‘perempuan murahan’. Apa yang harus Anda lakukan? Tidak ada. Diamkan saja. Meski hal tersebut tidak pantas, Anda tidak punya hak apapun untuk menghentikannya. Cobalah berada di posisinya, mungkin hanya itu cara yang dapat dia lakukan untuk menguras seluruh amarahnya keluar. At some point, she will stop eventually.

Lain halnya bila Andalah yang menulis status tersebut. Semenjak putus Anda selalu menyangkal perasaan sendiri dengan ‘berteriak’ lantang menuliskan, “Kamu pikir aku akan menangis? No way! Tidak butuh berhari-hari melakukan itu. Sekarang pun aku sudah benar-benar melupakanmu! Bye, loser!” Tidakkah Anda sadar, semakin sering Anda membicarakan tentang mantan, hal itu semakin membuktikan kalau Anda belum melupakannya sama sekali, meski perkataan Anda bernada menghina. Admit it. Bila Anda ingin menunjukkan bahwa Anda tidak merasa rugi telah ‘diputus’, mengapa tidak bersikap lebih dewasa? Diam saja, seolah tidak terjadi apa-apa dengannya. Saat dia melihat social media Anda, dia akan kecewa, karena namanya atau ‘sosoknya’ tidak pernah ada lagi di sana, bahkan dalam bentuk negatif sekalipun.

Let by gone be by gone, yang berlalu biarlah berlalu.

(Berbagai sumber)

SHARE