Perjuangan Courteney Cox Demi Keutuhan Rumah Tangga

0
54

.Mendapatkan lebih mudah daripada mempertahankan. Bila Anda pikir menikah itu mudah, Anda salah. Mempertahankan hubungan dengan suami atau istri harus Anda usahakan hingga titik darah penghabisan, tanpa kata menyerah.

Ikatan batin dan perasaan yang telah terbangun selama belasan tahun dengan seseorang membuat perasaan cinta Anda terhadap pasangan mengendap dan seakan susah menghilang. Meski mencoba ribuan kali, Anda tahu hubungan tidak lagi dapat diselamatkan, namun dalam hati kecil Anda masih berharap masih adanya masa depan bersama berdua.

Cinta memang gila. Kegilaan inilah yang dirasakan Courteney Cox. Setelah menikah selama sebelas tahun dengan David Arquette, mereka akhirnya memutuskan untuk berpisah. Hal ini disampaikan langsung oleh Cox pada Harper’s Bazaar. Perpisahan ini bukanlah dilakukan tanpa pemikiran matang. Cox dan Arquette sama-sama masih menginginkan dan berusaha mempertahankan hubungan dalam jumlah yang tak terkira.

Mereka telah banyak melakukan konseling pasangan suami istri selama menjalani kehidupan pernikahan. Namun sepertinya hubungan mereka berdua tak kunjung membaik. Terlebih setelah munculnya foto-foto Arquette dalam sebuah pesta ‘liar’ dan berita tentang perselingkuhan sang suami dengan seorang pelayan. Jelas ini semakin merusak rumah tangga Cox dan Arquette. Hebatnya, Cox sama sekali tidak marah. Ia justru terlihat melindungi dan membela Arquette dalam acara The Oprah Winfrey Show. Katanya, “Arquette sudah berhasil menghadapi permasalahan kami berdua dengan cara terbaik yang dapat dilakukannya. Dia tidak berbuat jahat pada siapapun.”

Lebih lanjut dikatakan Cox, “Kami sangat saling mencintai satu sama lain. Menurutku, kami sudah sukses menjalani pernikahan kami. Jika pernikahan tersebut gagal, aku akan sangat merasa sakit. Tapi aku tidak merasa seperti itu sekarang. Aku tidak tahu bagaimana masa depan nanti dan menurutku itu karena aku masih memiliki perasaan yang kuat padanya (Arquette).”

Cara dewasa yang diambil Cox sepertinya perlu kita contoh. Tidak ada yang harus disalahkan, bila memang Anda dan pasangan sama-sama mengetahui hubungan tidak lagi bisa diselamatkan. Tidak perlu berpura-pura. Pertahankan hubungan semampu Anda, seberat apapun itu. Bila memang tidak berhasil, lepaskanlah. Tidak perlu disesali dan tidak perlu saling mencaci maki, bila salah satu dari Anda akhirnya mampu melanjutkan kehidupan dengan orang baru. You both did the best, time to move on.

(Berbagai sumber)

SHARE