Pernikahan Membuat Anda 'Kuat'

0
26

.Orang yang tidak berani menikah adalah orang yang pengecut. Penakut. Mungkin Anda salah satunya. Apapun alasannya, ini membuktikan Anda takut menghadapi berbagai macam resiko yang bisa ‘didapatkan’ dari sebuah pernikahan.

Tidak sadarkah Anda, akankah pernikahan Anda berakhir mengenaskan atau berakhir bahagia layaknya di cerita dongeng, semua ini akan membuat Anda menjadi pribadi yang lebih kuat. Anda dan pasangan sama-sama harus menyisihkan ego masing-masing untuk dapat selalu menguras tenaga di kantor dalam rangka mencari uang dan dilanjutkan perjuangan di rumah mengasuh anak, tanpa henti, tanpa boleh mengeluh.

Dalam pernikahan juga Anda akan belajar cara mengatur uang. Keinginan untuk boros dengan sendirinya menghilang. Biaya listrik, air, uang sekolah anak, kesehatan pasangan, dan lain-lain jauh lebih penting. Tidak ada lagi perkataan ‘tidak punya uang’. Kata-kata tersebut berganti menjadi ‘cukup tidak cukup, harus cukup’.

Naluri melindungi dan menjaga anak juga memiliki andil besar di sini. Manusia lembek tidak akan mampu mengasuh anak. Setidaknya, saat memiliki masalah, Anda tidak boleh terlihat rapuh di depan buah hati. Be tough or your kids will also get hurt.

Pengalaman-pengalaman pahit manis yang Anda dapatkan dalam mengarungi bahtera rumah tangga dengan pasangan pasti akan mengejutkan Anda. Kekuatan yang selama ini Anda pikir tidak ada, tiba-tiba muncul dari dalam diri untuk bertahan dari rasa sakit dan tetap berpegang pada komitmen di antara suami-istri.

Hal ini bisa dianalogikan dengan kekuatan yang didapatkan setelah mengalami berbagai kesialan hidup secara bertubi-tubi. Pernikahan membuat Anda tidak lagi mudah putus asa, tidak lagi cengeng, dan tentu saja lebih sabar.

Tentu sang pencipta tidak pernah mengharapkan perpisahan dua insan manusia yang telah dipersatukannya. Namun efek positif akan lebih besar membentuk pribadi seseorang dibanding negatifnya suatu perceraian.

Siap ujian fisik dan mental seumur hidup dengan menikah?

(Berbagai sumber)

SHARE