Serabi Notosuman, Enak Tenan!

0
109

.Serabi mmmmm, enak disantap saat pagi hari atau malam hari.. cuma kalo lagi laper, bisa buat ngeganjel juga sih.

Anda tentu pernah mencoba serabi, namun kali ini Ghiboo akan membahas mengenai serabi solo. Serabi Notosuman yang ketika belum ada cabangnya, Anda harus mengantri sejak jam tiga pagi untuk dapat meraskan nikmatnya.

Serabi ini menjadi oleh-oleh khas kota Solo. Siapa pun yang ke Solo akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke Jl. Slamet Riyadi di kawasan Notosuman.

Perintis kue ini adalah pasangan Hoo Geng Hok dan Tan Giok Lan yang membuat kue apem karena diminta oleh para tetangganya pada tahun 1923.”Akhirnya buyut saya membuat serabi. Usaha ini lalu diteruskan oleh anak dan cucunya.” Ujar Roni, generasi keempat dari bisnis keluarga tersebut.

Ciri khas kue serabi Notosuman menurut Roni yaitu,”Tetap menumbuk sendiri beras untuk membuat kue serabi.” Beras yang digunakan berasal dari beras Cendani, semacam beras Cianjur dengan kualitas terbaik serta tetap mempertahankan bahan-bahan tradisional. Karenanya kualitas rasa tidak berubah sejak pertama kali dibuat.

Serabi ini tetap menjaga dua rasa originalnya, yaitu polos dan cokelat. Hal ini berbeda dengan serabi lainnya yang membuat beraneka macam rasa.

Untuk pengemasan, setiap serabi akan dialasi dengan daun pisang supaya tangan tidak lengket saat memegangnya. Harga untuk setiap potongnya adalah, yang polos Rp. 2.200 dan cokelat Rp. 2.400.

Sekarang Notosuman telah membuka cabang di BSD Tangerang dan Suryakencana Bogor.

Makan dua atau tiga serabi ini sudah cukup mengenyangkan. Tapi, ghiboo merasakan rasa kenyangnya dapat dikalahkan oleh godaan rasa nikmat saat menyetuh indra pengecap, sehingga butuh lima atau enam serabi untuk memuaskannya, nyam nyam nyam….

(Berbagai sumber)

SHARE