St Patrick's Day

0
87

.Hari ini, Kamis 17 Maret 2011, adalah hari perayaan St. Patrick’s Day. Jutaan orang akan merayakan hijaunya Irlandia dengan berbagai parade, kegembiraan, dan mungkin sebotol bir dingin. Jutaan orang larut dalam kemeriahan setiap tahunnya, namun mungkin tak banyak yang tahu apa makna acara suka ria ini. Apalagi perayaannya di era modern seperti saat ini hampir sama sekali tidak ada hubungannya dengan Santo Patrick, sosok dibalik St. Patrick’s Day.

Sebagai permulaan, bahkan Santo Patrick sendiri bukanlah orang Irlandia. Ia dilahirkan di Inggris sekitar tahun 390’an dari keluarga Kristen aristokrat yang luar biasa kaya, memiliki townhouse, vila di pedesaan, dan banyak budak. Namun sebuah musibah (atau malah berkah) menimpanya ketika dia berusia 16 tahun karena dia diculik dan dibawa ke luar negeri hingga berakhir menjadi seorang budak penggembala domba di sebuah desa pegunungan di Irlandia. Tujuh tahun dia mengalaminya. Dunianya yang berbalik, dari seorang remaja kaya raya menjadi budak penggembala, justru membawa jiwanya lebih dekat pada-Nya hingga dia berakhir menjadi seorang Kristen yang luar biasa taat.

Konon di suatu malam, sebuah bisikan hadir dalam malam kelam mimpi si Patrick. Suara itu menyuruhnya untuk melarikan diri, kembali ke Inggris, dan kembali dengan keluarganya. Suara tersebut menjadi kenyataan hingga suara kedua muncul dan berbisik, menyuruhnya untuk kembali ke Irlandia. Setelah resmi ditahbiskan sebagai imam oleh uskup, Patrick kembali dan menghabiskan sisa hidupnya untuk mencoba meng-Kristen-kan warga Irlandia.

Tentu saja pekerjaan ini tidaklah mudah. Hari-hari yang sulit mewarnai wajah Patrick di Irlandia. Ia dipukuli oleh preman, dilecehkan oleh royalti Irlandia, dan ditegur oleh atasan di Inggris sana. Setelah akhirnya beliau meninggal pada tanggal 17 Maret 461, dengan cepat nama Patrick pun dilupakan. Namun perlahan-lahan berbagai kisah mulai tumbuh dan dikaitkan dengan namanya, dan berabad-abad kemudian ia dihormati sebagai santo pelindung Irlandia.

Lalu, apa hubungannya St. Patrick’s Day dengan daun shamrock? Menurut kisah lama, Patrick selalu menggunakan tiga sudut daun shamrock (yang bentuknya nyaris seperti daun semanggi) untuk menjelaskan konsep trinitas Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Di masa sekarang, orang-orang bersuka ria merayakan St. Patrick’s Day dengan mengenakan helai daun shamrock sebagai bagian dari dekorasi perlengkapan pesta. Padahal dalam tradisi bangsa Irlandia dipercaya bahwa kalau melompat-lompat sambil membawa shamrock maka dia akan jauh dari keberuntungan.

Mitos lain yang menyelimuti hidup Santo Patrick adalah kemampuannya dalam mengusir ular dari daratan Irlandia. Memang benar tak ada ular di Irlandia sampai hari ini, namun itu karena memang tak pernah ada ular hidup di sana. Irlandia adalah sebuah daratan yang dikelilingi oleh air laut yang terlalu dingin sehingga sangat tidak memungkinkan bagi ular untuk bermigrasi dari Inggris atau dari mana pun. Dalam banyak karya sastra, ular sering diartikan sebagai simbol kejahatan. Maka ketika Patrick mengusir ular keluar dari Irlandia, ini secara simbolis menggambarkan bahwa ia mengusir orang-orang kafir keluar dari Irlandia.

Sedangkan hubungannya dengan sebotol bir dingin, Irlandia sejak lama dikenal berkat produk minuman sulingan gandumnya. Di hari biasa, sebanyak 2.6 juta liter Guinness dikonsumsi di seluruh dunia per harinya. Namun ketika St. Patrick’s Day datang, angka tersebut melonjak menjadi 6.2 juta liter. Hal ini termungkinkan mengingat secara historis banyak imigran Irlandia yang datang ke seluruh penjuru dunia, terutama Amerika Serikat, dan membawa bersama mereka banyak adat dan tradisi, termasuk Guinness.

Namun negara Paman Sam adalah negara yang pandai dan menyadari bahwa popularitas St Patrick’s Day adalah cara terbaik untuk meningkatkan pariwisata di musim semi. Maka tak mengherankan kalau hari ini Amerika terlihat lebih hijau dari biasanya.

(Berbagai sumber)

SHARE