Rumah Ceria Siap Hadapi Kematian

0
59

.Orang memilih berbagai macam cara berbeda untuk menghadapi kematian. Salah satunya adalah dengan membangun sebuah rumah. Pasangan suami istri Arakawa dan Madeline Gins berencana untuk mengakali takdir berupa ajal yang menunggu setiap orang. Arakawa sendiri sudah meninggal pada Mei 2010 lalu. Mereka menciptakan sebuah rumah dengan arsitektur yang berpusat pada ‘kematian’ yang resmi dinamakan rumah Bioscleave.

Uniknya, melihat bangunan yang diciptakan oleh pasangan seniman-penyair-arsitek ini, dapat ditangkap bahwa mereka seperti ‘mempermainkan’ kematian. Warna yang digunakan untuk melapisi rumah tersebut adalah warna-warna terang, ceria, dan benar-benar berwarna-warni (40 sapuan warna berbeda). Seperti permen! Kegembiraan seorang anak justru akan sangat dirasakan dalam rumah yang ada akibat pemikiran dalam mengenai kematian tersebut.

Meski ceria, desain bangunan ditujukan tidak lain agar penghuninya merasa tidak nyaman, tidak merasakan keseimbangan, sehingga akan membuahkan pemikiran baru, bahwa ketika dirinya (sang penghuni) merasa nyaman, itu berarti kematian justru akan datang tidak lama lagi padanya. Freak thought, huh?

Bangunan seluas 3.700 kaki persegi ini didirikan di East Hampton, New York. Terdapat dua kamar mandi dan tiga kamar tidur di dalamnya. Keseluruhan ruangan beralaskan lantai beton. Dengan keelokannya, kediaman pasangan eksentrik ini dihargai sebesar US$ 4 juta. Pada dasarnya, rumah unik ini merupakan perluasan rangka-A yang berlandaskan arsitektur Frank Lloyd Wright.

What an extraordinary house!

(Berbagai sumber)

SHARE