Bahaya Radiasi Nuklir di Jepang Bagi Kesehatan

0
32

.Gempa berkuatan 9 Skala Richter yang mengguncang Jepang, tidak hanya memicu tsunami yang menewaskan ribuan orang. Gempa juga memunculkan ancaman bencana nuklir dengan tingkat radiasi sangat tinggi.

Level radiasi akibat ledakan fasilitas nuklir Fukushima Daiichi terus meningkat. Pemerintah Jepang menaikkan level bahaya radiasi Nuklir ke level lima akibat rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Fukushima.

Radiasi diperkirakan berpotensi mencapai Kota Tokyo serta membahayakan kesehatan warga. Penyebaran radiasi itu pun meningkatkan kekhawatiran pemerintah dari berbagai negara.

Beberapa negara, seperti China, Rusia, Jerman, Malaysia, Singapura, dan Thailand mengambil langkah konkret mengantisipasi penyebaran radiasi nuklir.

Selain itu, mereka bahkan sudah mulai memblokir dan mengetes ulang makanan dan minuman yang diimpor dari Nippon. Paparan zat radiaktif tingkat tinggi itu dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan seperti rambut rontok, matinya sel syaraf, kejang dan kematian mendadak, gangguan peredaran darah, penyakit jantung, serta kerusakan sistem reproduksi.

Efek sesaat radiasi bahkan dapat memicu kanker tiroid, juga perkembangan sel-sel kanker lainnya pada tahun-tahun berikutnya. Namun, efek radiasi ini tergantung kadar dan tipe zat radiaktifnya.

Menghadapi ancaman itu, pemerintah telah meminta sekitar 180 ribu warga dalam radius 20 kilometer dari pusat reaktor mengungsi. Sedikitnya 140 ribu warga yang bermukim di dekat zona aman juga diminta tak keluar rumah dan menutup semua ventilasi rumah.

Demi mencegah efek buruk radiasi, pemerintah setempat mulai mendistribusikan pil potassium iodide dan masker penutup hidung kepada warga di sekitar zona bahaya.

Juru bicara pemerintah Yukio Edano mengatakan bahwa negara kini memasuki darurat nuklir selepas gempa dan tsunami. Ia mengatakan, tingkat radiasi di sekitar salah satu reaktor yang bocor mencapai 400 ribu mikrosiverts per jam. Ini empat kali lipat dari batas radiasi aman bagi tubuh manusia.

(berbagai sumber)

SHARE