Honda Brio, Si Mungil yang Pas untuk Kota Seperti Jakarta

0
50

.BANGKOK – Pertama muncul dengan julukan Small Concept, mobil mungil Honda ini sudah banyak jadi pusat pembicaraan para pemerhati dunia automotif.

Apa yang jadi penyebabnya? Tidak lain karena pabrikan Jepang itu memposisikan Small Concept sebagai mobil berdesain kompak entry level pertama mereka. Setelah dua kali mengalami revisi, akhirnya Honda Motor Corp. dengan mengusung nama Brio akhirnya secara resmi meluncur di Thailand.

Di Thailand, Brio hadir dengan tiga varian, yakni tipe S, tipe V transmisi manual, dan V transmisi otomatik. Masing-masing dibanderol 399.900 Baht (Rp116 juta), 469.500 Baht (Rp136 juta), dan 508.500 Baht (Rp147 juta).

Di segmen ini Honda memang belum memiliki tipe lineup-nya. Padahal kompetitornya sudah sejak dulu coba menguasai pasar mobil kompak dibawah Rp150 juta. Sebut saja misalnya Kia Picanto, Hyundai i10, dan Nissan March.

Sedikit mengintip kehebatan Brio, baik untuk tipe transmisi manual maupun matik, “adik kandung” Honda Jazz ini sama-sama menggunakan mesin i-VTEC empat silinder 1.2 liter SOHC. Mesin ini menawarkan tenaga sebesar 90 hp pada 6.000 rpm dengan torsi 110 NM di 4.800 rpm.

Namun Honda yang belakangan makin fokus pada pelestarian lingkungan menghadirkan Brio dalam paket sebuah kendaraan perkotaan yang terbilang “hijau”. Pada catatan pengujian Honda, mobil berdimensi 3.610mm x 1.680mm x 1.485mm itu, telah memenuhi standar emisi gas buang EURO 4 dengan konsumsi bahan bakar 20 km per liter.

“Dengan desain yang kompak dan jarak sumbu roda 2.345mm Brio akan memberikan mobilitas yang baik ketika mengemudi ditengah padatnya lalu lintas, serta memberikan visibilitas yang baik saat parkir di tempat-tempat yang sempit,” tulis Honda Automobile Thailand.

Brio juga diposisikan sebagai kendaraan keluarga muda atau kaula muda yang baru pertama kali memiliki mobil Honda. Karenanya harga kurang dari Rp120 juta itu dirasa paling pas untuk ukuran dana target konsumennya.

Bukan cuma soal harga, Brio juga punya nilai lebih untuk dimiliki. Misalnya saja dari segi desain. Bentuk bumper depan, grill, headlamp serta tarikan garis bagian muka yang terinspirasi dari Honda Fit/Jazz jelas bukan lagi tampang cupu yang dihadirkan Honda.

Jazz yang sampai detik ini selalu digandrungi kaum muda, sepertinya lebih kurang menjadi patokan bagaimana Honda mendesain Brio. Mobil yang sempat muncul juga di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010 itu tak kalah sporty dibanding Jazz.

Garis-garis aerodinamika yang hadir lebih tegas pada kedua sisinya, rearlamp yang tampil menyiku, serta bentuk bumper belakang yang dinamis menjadikan Brio bukan mobil murah yang murahan. Mobil ini masih pantas diajak hangout yang menjadi agenda rutin para kaula muda, atau menjadi teman kala sang istri berbelanja di pasar swalayan.

Dipilihnya Thailand serta India sebagai target pasar perdana Brio membuktikan Honda membidik negara-negara berkembang yang jalan rayanya padat sebagai satu solisi alat transportasi harian.

Ukuran yang kompak, desain yang sporty, mesin yang irit bahan bakar, serta harga yang relatif terjangkau, memang membuat Brio pas jika digunakan di pusat-pusat kota.

Akankah Indonesia mencicipi juga kehebatan si mungil Brio? Karena disatu sisi jalan raya Jakarta juga mirip dengan India atau Thailand.

(Ghiboo)

SHARE