Pacar Narsis Tidak Berperasaan

0
29

.Narsisme adalah sikap dari seseorang yang terlalu banyak menyerap diri sendiri yang disebabkan dua faktor, genetis dan lingkungan. Menurut profesor psikiater di klinik Warren Alpert Medical School, Brown University, Carol Landau Ph. D., dalam suatu hubungan percintaan, seorang yang narsis tidak akan mampu mencapai keintiman yang sesungguhnya dengan seseorang. Hal ini tidak lain disebabkan oleh hilangnya kemampuan untuk berempati. Kembali lagi, karena dia hanya sanggup dan terlalu menyerap diri sendiri, tidak bisa menyerap perasaan orang lain.

Disebutkan bahwa narsisme berkembang dengan cepat pada satu dari sepuluh perempuan dan laki-laki pada usia 20-an dewasa ini. Awalnya, narsisme hanya terjadi pada laki-laki dengan sikap percaya diri dan agresif berlebihan, namun para perempuan dengan cepatnya mengalami narsistik pula.

Intinya, orang narsis selalu memamerkan ‘kelebihannya’, apapun itu. Misal, Anda main ke apartemennya yang mahal dan sangat luas. Anda memujinya, “Wah, apartemenmu bagus, ya!” Dia menjawab, “Ah, biasa saja. Bangunannya memang kebetulan besar.” Tak lama, dia berpindah ke meja bar dan berpose di sana, seakan-akan dirinya paling tampan dan keren sedunia.

Jangan salah, orang narsis biasanya ‘menipu’. Dia merupakan orang yang sangat menarik, charming, likeable, dan sangat jago memulai suatu hubungan. Tipe orang yang akan Anda impikan, mungkin. Namun sayang, pintar memulai bukan berarti pintar mempertahankan.

Pada saat sudah menjalani hubungan, Anda akan merasa dia tidak memperhatikan, tidak menyayangi, dan tidak perduli pada Anda. Dirinya menjadi materialistis, manipulatif, tidak setia, terlalu mengatur, dan kasar. Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa dia berubah? Jawabanya cuma satu, dia tidak berubah. Dia hanya menjadi dirinya sendiri. Seperti telah dikatakan sebelumnya, Anda akan tertipu dengan pesonanya di awal perkenalan. Pesona ini akan pudar dengan sendirinya, karena ia hanya bisa memamerkan diri. Ia tak perduli dengan orang lain, bahkan dengan pasangannya sendiri.

Hindari orang seperti ini. Ciri-cirinya, ia selalu membicarakan tentang diri sendiri. Dia tak akan pernah bertanya tentang Anda. Kalaupun bertanya, dia tak pernah benar-benar mendengarkan. Pernah melihat film Letters To Juliet? Tokoh utama, Sophie, digambarkan memiliki seorang tunangan yang cenderung narsis, yakni Victor. Victor tidak pernah benar-benar mendengarkan kata-kata dan curhatan Sophie. Seperti itulah kira-kira seorang narsis. Seperti Victor dalam film Letters To Juliet.

Jangan harapkan pasangan perduli dengan perasaan Anda, jika dia narsis. Dia justru akan mengabaikannya.

(Berbagai sumber)

SHARE