Cara Wisatawan Pintar Merayakan Hari Air Sedunia

0
80

.Air memang merupakan salah satu unsur vital yang mendukung eksistensi dan kehidupan umat manusia. Namun semejak tahun 1993, masyarakat dunia dibuat makin sadar akan pentingnya air tawar serta cara pemeliharaan sumber dayanya, dan kehadiran tanggal 22 Maret akan selalu disambut dan dikenal sebagai perayaan Hari Air Sedunia (World Water Day).

Dalam kehidupan yang makin berkembang, peran dan kebutuhan akan air bersih terasa makin mendesak dan krusial. Apalagi dengan terungkapnya berbagai fakta mengejutkan, seperti:
1. Dari total 100% air tawar yang ada di bumi ini, ternyata tak lebih dari 30%nya saja yang layak dikonsumsi, dan yang lebih menyedihkan lagi, hanya 1% saja yang bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat dunia.
2. Rata-rata setiap bulannya sebanyak 5 juta penduduk kota di negara berkembang ikut berpartisispasi dalam perebutan air bersih ini, dan sisanya, sekiar 827 juta orang yang menghuni daerah kumuh, cukup puas dengan hanya bisa menikmati air dalam kualitas yang jauh dari layak untuk memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi mereka.

Dengan hanya dua fakta tersebut saja sepertinya sudah dapat menggambarkan betapa krusialnya isu air bersih bagi peradaban manusia di masa mendatang. Oleh karena itu, untuk menghormati Hari Air Sedunia yang jatuh pada hari ini, mari kita kembangkan semangat smart traveller dalam diri kita dengan menjadi lebih sadar terhadap isu global. Salah satunya adalah ketika berurusan dengan air.

Air minum kemasan memang sangat praktis, namun bukan berarti aman dan ramah bagi kesehatan, baik untuk tubuh maupun lingkungan. Siapapun pasti menyadari masalah besar yang ditinggalkan oleh botol plastik setelah airnya habis membasahi tenggorokan. Di tempat-tempat wisata, mereka berceceran di sepanjang jalan, bahkan seringkali terlihat mengapung di lautan. Hanya dengan mengkonsumsi 4 botol air minum kemasan setiap hari, maka Anda akan berpartisipasi dengan menyumbang 24 buah limbah plastik dalam seminggu, dan mungkin lebih. Tentu saja ini bukanlah souvenir yang indah dan layak yang bisa Anda tinggalkan untuk tempat wisata yang telah memberikan penghiburan bagi Anda.

Bukan masalah apakah Anda membuangnya di tempat sampah atau tidak, namun ini berkenaan dengan fakta umum yang menyebutkan bahwa di seluruh dunia, hampir 90% botol plastik tidak sampai ke tempat daur ulang karena biasanya mereka berakhir menjadi sampah, terkubur di tanah, dan akhirnya menjadi limbah.

Bagi para wisatawan pintar yang memiliki jiwa sayang lingkungan, tentunya mereka sebisa mungkin akan menghindari penggunaan air kemasan selama perjalanan dengan melakukan beberapa hal esensial yang tak hanya lebih sehat, namun juga lebih ramah lingkungan, seperti:

1. Berinvestasi dengan membeli botol air minum yang aman untuk digunakan secara berulang-ulang.
2. Memanfaatkan sumber air murni yang ada di lokasi wisata.
3. Memilih hotel yang memiliki fasilitas sistem pemurnian air yang membuat air dari keran hotel aman untuk diminum. Beberapa hotel bahkan menawarkan air minum gratis yang dapat dimanfaatkan oleh para tamunya untuk mengisi ulang botol minum mereka.
4. Jika Anda memiliki fasilitas alat pendidih air, manfaatkan. Pastikan untuk mendidihkan air minimal 1 menit dan dinginkan hingga mencapai suhu kamar. Tambahkan sejumput garam per liter, atau tambahkan irisan jeruk lemon/nipis untuk meningkatkan rasa.
5. Memanfaatkan filter air portabel saat bepergian. Benda yang kini dapat dengan mudah Anda dapatkan dalam berbagai ukuran dan kebutuhan ini adalah pilihan paling bijak bagi seorang smart traveller seperti Anda.

(Berbagai sumber)

SHARE