Latihan Terbaik Untuk Jantung

0
35

.Tidak semua pilihan olahraga bisa memberi manfaat yang positif. Karena ada olahraga yang efektif membakar kalori, tapi ternyata berakibat buruk bagi jantung. Atau baik bagi jantung dan berat badan, tapi berpotensi menimbulkan cedera. Hal itu mengapa menurut Arthur Agatston, MD profesor kedokteran di University of Miamy Miller School of Medicine, mengatakan olahraga terbaik adalah yang memberi manfaat sebanyak-banyaknya, namun minim bahaya.

Artinya, bukan cuman tubuh langsing dan bugar saja yang kita dapat, tapi juga dilengkapi dengan jantung yang sehat kuat.
Semakin penasaran mencari tahu olahraga mana saja yang direkomendasikan oleh para ahli? Daftar lengkapnya adalah :

Interval Training : Ini adalah olahraga yang baik untuk mencegah diabetes, penyakit jantung, dan menurunkan berat badan. Sebab latihan ini mengombinasikan latihan berat dengan beban latihan ringan, jelas dr. Michael Triangto, Sp.KO, spesialis kedokteran olahraga dari Slim+Health Sports Therapy.

Misalnya, berjalan cepat selama tiga menit, lalu berjalan biasa selama tiga menit. Setelah itu, intensitas diturunkan menjadi jalan cepat dan jalan biasa selama dua menit. Atau bisa juga dengan mengombinasikan jalan di permukaan datar dengan di permukaan menanjak.

Dengan kombinasi beban ini, jantung mendapat kesempatan untuk berdetak lebih lambat, setelah berdetak cepat karena beban yang berat. Hasilnya, organ penting yang satu ini jadi lebih kuat, dan bukannya sakit karena diberi beban terus-menerus.

Total Body, Non-Impact Sport : Olahraga ini akan mengngerakkan seluruh otot tubuh, namun minim benturan. Contohnya mendayung, renang, atau latihan dengan elliptical machine di gym. Menurut Agatston, semakin intens otot terlibat dalam suatu aktivitas, maka semakin aktif jantung memompa darah dan oksigen. Dan jantung yang sehat adalah jantung yang aktif bekerja. Gabungan total body-non impact sport dan interval training, akan membuat hasil latihan semakin maksimal.

Latihan Beban : Angkat beban bisa dibilang adalah bentuk lain dari interval training, kata Agatston. Ketika tangan menggerakan dumbbell, jantung bekerja lebih keras. Saat tangan menurunkan dumbbell untuk melakukan gerakan lain atau berganti posisi, detak jantung pun melambat. Selain itu, otot yang kuat karena rajin berlatih beban, juga akan meringankan kerja jantung. Pilihlah dumbbell atau beban latihan yangn sesuai dengan kemampuan. Libatkan seluruh otot tubuh untuk bergerak, maka jantung akan semakin kuat.

Yoga : Meski terlihat mudah, namun yoga menuntut peregangan otot yang konsisten dan bekesinambungan. Beryoga selama 1 jam dapat membakar 244 kalori di tubuh kita. Jumlah sebanyak ini bisa juga kita raih dengan berjalan cepat selama 1 jam. Hasilnya, bukan cuma tubuh jadi langsing, jantung pun sehat dan bebas dari sumbatan lemak. Menurut Barry Franklin, PhD juru bicara American Heart Association, yoga adalah olahraga yang sangat baik bagi jantung, sebab dapat menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, dan level stres. Studi di India terhadap para penderita jantung menunjukkan hasil positif juga. Relawan yang rajin berlatih yoga selama setahun (plus berpola makan sehat), total kolesterolnya turun sebanyak 26 persen dan pengobatannya mengalami kemajuan positif sebesar 43-70 persen.

Pilates : Salah satu olahraga favorit Agatston adalah Pilates. Fokus utama latihan Pilates adalah membentuk otot-otot utama di tubuh kita. Meliputi otot perut, dada, pinggul, punggung, leher, paha, kaki, dan tangan. Selain itu, Pilates juga melatih fleksibilitas dan keseimbangan. Semuai ini akan membuat kita mampu bergerak lebih aktif, seperti membawa barang belanjaan atau naik turun tangga di rumah. Hidup aktif artinya jantung bertambah sehat.

Gaya Hidup Aktif : “Banyak orang mengira, olahraga selama 30-60 menit sehari sudah cukup untuk menyehatkan jantung atau menurunkan berat badan. Padahal, agar jantung sempurna sehat atau pembakaran kalori sempurna, kita harus bergaya hidup aktif,” jelas Agatston.

Penelitian mengungkapkan, wanita yang bergaya hidup aktif dan mengisis waktu luangnya dengan berkebun, bersepeda, atau berjalan keliling kompleks, terbukti tubuhnya lebih ramping dan jantungnya lebih kuat. Ini dibandingkan dengan wanita yanng berolahraga selama 60 menit sehari, lalu duduk bermalas-malasan di depan TV sepanjang hari. Jika tak ada waktu luang untuk berkebun atau bersepeda, berjalanlah menuju halte bis atau stasiun saat pergi dan pulang kantor, daripada naik lift, lebih baik gunakan tangga.

Mengingat begitu banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk menyehatkan jantung, rasanya kita perlu punya semangat untuk menjadi kreatif memilih cara agar tetap bergerak sepanjang hari. Sebab jantung akan jadi sehat ketika kita lebih memilih aktif ketimbang hanya duduk di sofa empuk.

(berbagai sumber)

SHARE