Sepeda Hasil Nge-Print?

0
37

.Teknologi terbaru kali ini adalah membuat sebuah sepeda bukan melalui pabrik tapi lewat mesin pencetak (printer) yang biasa digunakan komputer.

Sepeda ini bekerja dengan baik, bahannya terbuat dari nylon. Sepeda ini juga sekuat sepeda dengan bahan baja dan aluminium, beratnya lebih ringan 65% dari sepeda biasa.

Semua ini bisa terwujud berkat kerja keras para ilmuwan Bristol yang merancangnya di komputer dan mencetaknya. Bahannya dari bubuk nylon cair.

Komponen terpisah lainnya seperti gigi, pedal, dan roda dibuat dari pabrik yang berbeda dan dirakit menjadi sepeda jadi, sedangkan Airbike merupakan komponen tunggal yang lengkap.

Roda-roda dan komponen lainnya disebut sebagai Additive Layer Manufacturing. Airbike bisa dibuat berdasarkan spesifikasi sang pengendara, jadi tidak butuh penyesuaian lagi. Tidak perlu dirakit dan perawatan.

Sepeda ini dibuat oleh kelompok European Aeronautic Defence and Space di Filton, dekat Bristol. Metode mencetak 3D dimulai berawal dari bubuk nylon terbaik, karbon plastik yang sudah dibentuk atau metal seperti titanium, baja atau aluminium.

Rancangannya dibuat menggunakan komputer lalu tekan tombol print, maka dicetaklah. Tentu saja printer sudah diisi dengan bahan-bahan pendukungnya.

Komputer membagi rancangan 3D menjadi lapisan 2D yang banyak dan sebuah laser digunakan untuk melelehkan bubuk menjadi lapisan pertama. Kemudian dilindungi oleh bubuk lapisan berikutnya dan prosesnya terus berulang hingga ada petunjuk ‘slice’.

Proses pembuatannya menggunakan 1/10 bahan mentah melalui metode tradisional, yaitu dengan membuang ampasnya. Teknologi ini biasa digunakan untuk industri penerbangan, motor dan mesin.

Kepala insinyur Andy Hawkins mengatakan, “Keindahannya adalah rancangannya yang rumit tidak menambah biaya produksi. Laser bisa menggambar bentuk apapun yang Anda mau. Banyak rancangan unik yang bisa digunakan.”

CEO EADS Inggris Robin Southwell mengatakan, “Airbike merupakan contoh terbaik dari inovasi Inggris. Tim EADS Bristol merupakan para insinyur kelas dunia yang menembus batas dalam mempraktekkan teknologi.”

(Berbagai sumber)

SHARE