World Down Syndrome Day 2011

0
42

.Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa tanggal 21 Maret 2011 kemarin, penyandang down syndrome di seluruh dunia dunia memperingati World Down Syndrome Day.

Down syndrome adalah salah satu jenis gangguan tumbuh kembang pada manusia dikarenakan kegagalan proses pembelahan kromosom ke-21 pada masa kehamilan ibu. Akibatnya, menyebabkan bayi yang dikandung mengalami keterlambatan proses tumbuh kembang fisik dan mental pada masa hidupnya.

Ditemukan oleh Prof Langdon Down (Inggris) pada awal abad ke 19, kelainan kromosom ini lantas dipopulerkan dengan sebutan down syndrome atau sindroma down atau trisomy-21 syndrome.

Penyandang down syndrome memiliki ciri fisik khusus yang dapat langsung teridentifikasi, yakni karakter wajah mongoloid, tulang hidung rendah, bentuk kepala (phallus) relatif kecil dan cenderung gepeng pada bagian belakang (dikarenakan oleh volume otak yang lebih kecil dari manusia dengan kondisi normal). Selain itu, jari-jari yang pendek dengan tekstur telapak tangan dan kaki tebal serta jarak antara ibu jari dan telunjuk lebar.

Minimnya informasi menyebabkan masih banyak masyarakat yang menyamakan down dyndrome dengan jenis-jenis keterbelakangan mental lain seperti idiot atau autis, padahal down Syndrome tidak sama dengan idiot ataupun autis.  Hal ini terdengar sepele namun dapat menjadi fatal, terutama apabila orangtua atau keluarga dari penyandang down syndrome tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada anggota keluarga mereka.

Mengapa? Ya, karena setiap kondisi keterbelakangan mental atau gangguan tumbuh kembang membutuhkan perlakuan-perlakuan khusus yang berbeda satu dengan yang lain. Seperti halnya down syndrome itu sendiri, meskipun mereka kurang dapat diharapkan dalam bidang akademis, pada umumnya mereka masih berpotensi di bidang kesenian atau olahraga.

Serta masih termasuk golongan ‘mampu latih’ untuk kegiatan sehari-hari maupun bantu diri (self helping). Diskriminasi maupun ejekan dari orang-orang di sekitar tentunya sangat melukai perasaan dan bisa menggangu tumbuh kembang mereka, sehingga menjadi pribadi yang minder dan depresif .

Oleh karena itu, pada peringatan World Down Syndrome Day 21 Maret 2011 ini, marilah kita hapus segala bentuk diskriminasi bagi penyandang gangguan mental ini. Bebaskan mereka untuk bersosialisasi dengan masyarakat, berikan mereka pendidikan yang layak. Karena bagaimanapun juga, penyandang down syndrome adalah tunas bangsa yang memiliki hak sama dalam semua aspek kehidupan. kesehatan, dan dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

(berbagai sumber)

SHARE