Penghargaan Untuk Seniman Indonesia

0
75

.Masih dalam rangka peringatan Hari Musik Indonesia, Rabu (23/03) malam bertempat di Gedung Kesenian Jakarta diselenggarakan pemberian penghargaan kepada seniman. Penghargaan ini diberikan oleh pemerintah, dalam hal ini Presiden dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, serta Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI). Penghargaan tersebut adalah Satyalencana Kebudayaan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.38 Tahun 1959, Hadiah Seni berdasarkan Keputusan Presiden No.23 Tahun 1976, serta Nugraha Bakti Musik Indonesia.

Penerima Satyalencana Kebudayaan 2010 adalah Prof. Drs. Darmanto Jatman, SU (budayawan dan penyair), (alm) Koestono (Tony) Koewoyo (komponis), (alm) Dewi (koreografer dan penari topeng Losari), Hj. Siti Maryam Salahuddin, SH (penulis buku adat daerah Nusa Tenggara Barat), Prof. Drs. Jacob Sumardjo (sejarawan teater, esais dan kritikus), Iwan Fals (komponis dan penyanyi), Emha Ainun Najib (budayawan, penyair, penulis esai dan pertunjukan) dan Prof. Dr. Abdul Hadi WM (budayawan dan komponis).

Penerima Hadiah Seni 2011 adalah (alm) Elfa Secioria (komponis dan pencipta lagu), DR. Sundari Soekotjo, MM (penyanyi keroncong) dan I Gusti Putu Gede Wedhasmara (pencipta lagu).

Sedangkan Nugraha Bhakti Musik Indonesia 2011 dari PAPPRI diberikan kepada (alm) Elfa Secioria Hasbullah, dr.H. Anton Issoedibjo, Harvey Malaihollo, The Rollies, Guruh Sukarno Putra, Dwiki Dharmawan, dan Agnes Monica.

Acara yang dipandu oleh Ronny Waluya dan Ririn Astarini ini juga dimeriahkan dengan beberapa penampilan. Elfa’s Singers menyanyikan lagu “People”, “Selamat Datang Cinta”, dan “Ayunkan Langkahmu” karya Elfa Secioria. Disusul Herson dan Netta membawakan lagu “Lady” karya Anton Issoedibyo yang pernah memenangkan World Song Festival di Jepang pada tahun 1982 serta lagu “Song of Kalpataru”. Lagu karya Dwiki Dharmawan, “Biarlah Kusimpan Dalam Hati”, yang menjadi Grand Prize Winner di The Best Asia Song Festival tahun 2000 di Filipina pun kemudian dibawakan oleh Warna.

Jagoan-jagoan tua pun tak mau kalah. The Rollies tampil membawakan beberapa lagu seperti “Kemarau” yang pernah mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup tahun 1979. Disusul Prof. Dr. Abdul Hadi WM membawakan puisinya berjudul Tuhan Kita Begitu Dekat yang sudah diterjemahkan serta digubah menjadi lagu ke berbagai bahasa asing. Penyanyi istana, Sundari Soekotjo, pun membawakan lagu “Aku Berpisah di Teras St. Carolous” dengan kejutan tampilnya pencipta lagu tersebut, Wedhasmara, ke atas panggung. Aksi Macan Festival, Harvey Malaihollo, menutup dengan lagu “Seandainya Selalu Satu” karya Elfa Secioria.

(Ghiboo)

SHARE