Today Is The World Tuberculosis Day

0
25

.Menurut data World Health Organization (WHO) setiap 20 detik, satu orang meninggal karena tuberkulosis. Tuberkolosis (TB) adalah penyakit infeksi penyebab kematian kedua setelah HIV/AIDS. Dalam memperingati World Tuberculosis Day yang jatuh pada hari ini, WHO Global TB Control Report akan lebih fokus pada penanganan penyakit ini termasuk 22 negara “penyumbang” TB terbanyak yaitu Asia dan 8 negara di Afrika.

Di asia sendiri ada sebuah kampanye  yang disebut “Call to Stop TB in Asia”, tujuannya adalah bebas dari TB pada tahun 2015. Tetapi sepertinya jumlah penderita TB semakin bertambah dan sudah menjadi penyakit epidemik di seluruh dunia.
Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis) yang ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1882.

Penyakit tuberkulosis biasanya menular melalui udara yang tercemar
dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat
penderita TBC batuk dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal
dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul
di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada
orang dengan daya tahan tubuh yang rendah) dan dapat menyebar melalui
pembuluh darah atau kelenjar getah bening.

Oleh sebab itulah infeksi TBC
dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak,
ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening dan
lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena
yaitu paru-paru.

TB bukanlah penyakit keturunan atau penyakit akibat kutukan. Gejala penyakit TB antara lain batuk berdahak 2-3 minggu, batuk berdarah, sesak nafas dan nyeri pada dada, nafsu makan berkurang, berat badan menurun atau menjadi kurus, demam tidak terlalu tinggi, keringat di malam hari meskipun tidak beraktifitas.

Masalah TB di Indonesia merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Dalam waktu 1 tahun, seorang penderita TB dapat menularkan penyakitnya pada 10 sampai 15 orang di sekitarnya. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita TB ke-3 terbanyak di dunia setelah India dan Cina.

Pada awal tahun 1990-an WHO dan IUATLD (International Union Against TB and Lung Diseases) telah mengembangkan strategi penanggulangan TB yang dikenal sebagai strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) dan telah terbukti sebagai strategi penanggulangan yang secara ekonomis paling efektif.

Penerapan strategi DOTS secara baik, disamping secara cepat menekan penularan, juga mencegah berkembangnya TB. Fokus utama DOTS adalah penemuan dan penyembuhan pasien serta prioritas diberikan kepada pasien TB tipe menular. Strategi ini akan memutuskan penularan TB, sehingga terjadi penurunan insidens TB di masyarakat.

Ada 5 komponen kunci strategi DOTS :
1. komitmen politis dengan pendanaan yang meningkat dan berkesinambungan
2. penemuan kasus melalui pemeriksaan dahak mikroskopis yang terjamin mutunya
3. tatalaksana pengobatan standar melalui supervisi dan pengawasan
4. sistem manajemen logistik obat yang bermutu dan efektif
5. sistem monitoring dan evaluasi termasuk penilaian dampak dan kinerja program

Pola hidup sehat dan lingkungan yang bersih sangat berpengaruh untuk menghindari penyakit ini. Tepat pada hari tuberkolosis sedunia ini, semoga pemerintah Indonesia bisa lebih aktif memberantas penyakit yang sangat berbahaya ini.

(berbagai sumber)

SHARE