AIMI, 'Cahaya' Bagi Ibu-Ibu Menyusui

0
41

.Memiliki permasalahan seputar ASI ataupun menyusui? Tidak perlu risau, karena Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) siap membantu dan mendukung seluruh ibu-ibu menyusui di Indonesia. Ditemui di kediamannya di bilangan Jakarta Selatan (24/3/2011), wakil ketua umum AIMI, Nia Umar, K.L., bercerita mengenai asosiasi tersebut. Ibu muda yang telah dikaruniai dua anak ini – Najya (6) dan Nabil (18 bulan) – mengatakan, bahwa awal mula terbentuknya lembaga ini adalah atas dasar rasa bingung.
 
Ya, ia dan seorang temannya memiliki banyak pertanyaan seputar menyusui, karena ternyata menyusui tidaklah mudah. Banyak tantangan yang akan dihadapi. Sebagai ibu muda dan baru tentu saja membutuhkan banyak ‘panduan’. Dengan tujuan saling membantu sesama ibu menyusui, sebuah milis ([email protected]) dan blog pun dibuat. Hanya dengan prinsip sederhana, ‘dari, oleh, dan untuk ibu’, AIMI membantu meringankan ‘beban’ para ibu-ibu menyusui. Didirikan oleh 22 orang, AIMI akhirnya terbentuk pada 21 April 2007 dengan diketuai Mia Sutanto.
 
Jangan meremehkan pergerakan ‘ibu-ibu’ ini. Organisasi yang terbentuk sangatlah rapi dan terfokus. Niatnya pun mulia. Sebanyak 35 pengurus mengikuti pelatihan seputar ASI dan menyusui selama 40 jam dengan modul WHO untuk mendapatkan gelar Konselor Laktasi. Tidak hanya itu, AIMI juga kerap bekerjasama dengan pakar-pakar terpercaya dalam menjalankan banyak event.
 
Selama hampir empat tahun berdiri, AIMI memiliki banyak kegiatan rutin dan tahunan. Kelas edukasi adalah contoh kegiatan rutin mereka. Sebulan dua kali, kelas-kelas tersebut diadakan di sekolah Cikal, T.B., Simatupang, Jakarta Selatan. Sedang pada event-event yang agak besar, terdapat talkshow yang dihadiri para pakar. Bahkan, pada 2008 lalu (bertepatan dengan suasana olimpiade), atas peran aktif menyambut pekan ASI dunia yang jatuh setiap Agustus, diadakan acara serentak menyusui oleh 200 ibu. Sementara itu, keprihatinan terhadap kebijakan-kebijakan menyusui pemerintah yang belum berpihak pada ibu, AIMI gencar melakukan advokasi.

“Terdekat ini nanti bulan April, (AIMI) HUT (Hari Ulang Tahun) keempat. Ulang tahun kami yang keempat,” jawab Nia ketika ditanya event terdekat apa yang akan berlangsung.

Keteraturan organisasi terlihat dari pembagian divisinya, yakni divisi komunikasi. Selain milis, AIMI juga memiliki Twitter dan Facebook. Divisi yang lain adalah divisi edukasi, konseling (home visit, hospital visit), advokasi, riset, SDM dan pengembangan organisasi, serta divisi belanja dan acara untuk kepentingan belanja online. Bagi anggota, disediakan banyak discount, lho, kalau belanja produk AIMI!

AIMI semakin meluas dan rencananya ingin menggapai seluruh Indonesia. Hingga kini, AIMI sudah hadir di pulau Jawa (Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur). Sebentar lagi akan ada di Sumatra dan Sulawesi. Perkembangannya juga bersamaan dengan pertumbuhan jumlah anggota milis (7.500 orang) dan seluruh anggota terdaftar AIMI (1.000 orang).

Bayangkan, hanya dengan 135 pengurus di seluruh Indonesia, pergerakan AIMI sudah sangat siginifikan. Bagaimana bila semakin banyak ibu-ibu di luar sana yang mendukung asosiasi ini? Siapkah Anda ikut berperan serta? Mungkin juga Anda memiliki banyak pertanyaan seputar menyusui dan ASI. Well, AIMI akan menjawabnya!

(Ghiboo)

SHARE