Awas… Teror Deterjen Mengintai Kesehatan

0
62

.Berbagai jenis merek deterjen dan pengharum pakaian yang dijual di pasaran menjanjikan kelembutan, keamanan dan bahkan kenyamanan bagi kita. Tapi diluar konteks janji manis tersebut, ternyata produk-produk pembersih justru memberikan dampak negatif bagi pakaian dan kesehatan kita.

“Efek jangka pendek dan panjang apa yang diberikan zat-zat kimia dari produk pembersih kepada kesehatan kita?”  tanya Jeffrey Hollander, penulis buku  Naturally Clean: The Seventh Generation Guide to Safe and Healthy, Non-Toxic Cleaning. “Apa yang akan terjadi di dalam tubuh kita, ketika berhadapan dengan berbagai zat kimia dari bermacam sumber dalam waktu yang bersamaan?”, tambah Jeffrey.

Produk deterjen yang biasa kita gunakan berisi zat-zat kimia berbahaya yang dapat mengiritasi kulit dan mata, memicu reaksi alergi serta asma, merusak alam, dan mungkin berbahaya untuk efek kesehatan jangka panjang. Peneliti menduga bahwa beberapa zat kimia dari deterjen bisa menyebabkan kanker, sedangkan yang lain dapat mengganggu sistem kelenjar endokrin dan kesehatan reproduksi manusia dan binatang.

Namun, belum ada pengujian pasti tentang bahaya zat kimia deterjen pada kesehatan manusia dalam jangka panjang. Kenapa? Karena zat-zat kimia berbahaya tersebut masuk ke dalam tubuh manusia hanya melalui proses pernapasan dan kontak kulit, bukan melalui saluran pencernaan, sehingga kebanyakan dari kita tidak menyadari ketika terpapar dengan zat deterjen yang berbahaya.

“Keaman dari zat kimia sudah diuji dengan memberikannya pada bintang,” ujar Theo Colborn, PhD, ketua penelitian mengenai racun lingkungan dan penulis buku Our Stolen Future.

Penelitian mengenai keamanan deterjen tidak bisa disesuaikan dengan apa yang biasa kita lakukan saat menggunakan zat-zat kimia tersebut. Kita tidak meminumnya dan tidak menggunakannya dalam jumlah besar. Kita hanya menyentuh dan menghirup gas zat kimia dalam kuantitas yang sedikit, tapi secara berkala dan dalam jangka waktu yang lama.

Tanpa disadari, sebenarnya kita juga berinteraksi langsung melalui sisa-sisa zat kimia yang tertinggal pada baju, handuk, dan seprai. “Kita mengenakan baju setiap hari, tidur di atas seprai setiap malam, dan mengeringkan badan dengan handuk setiap selesai mandi,” ujar Karyn Siegel-Maier, penulis buku The Naturally Clean Home. Terlalu banyak kontak dan kesempatan untuk terjadinya iritasi serta efek-efek berbahaya lainnya.

(berbagai sumber)

SHARE