Indonesia Ada Dalam Peta Penjahat Perang

0
55

.Bagi anda penggemar game FPS (First-Person Shooter) tentu sudah akrab dengan game dengan genre perang. Adrenalin akan terpompa ketika kita mampu ‘membunuh’ lawan dengan senjata api dengan strategi sebagai tim ataupun individu. Sepertihalnya film, jagoan perang yang ada dalam video game lebih sering adalah tentara Ameria Serikat. Hal ini juga dipengaruhi salah satunya oleh rumah produksi video game tersebut kebanyakan berpusat di negara Paman Sam tersebut.

Musuh yang diciptakan bagi para tentara Amerika Serikat tersebut pun berasal dari berbagai negara. Walaupun ada yang mempunyai set masa depan, negara-negara yang menjadi penjahat perang sering kali ter-update dengan kondisi sosial saat ini. Entah mereka adalah tentara bayaran, gerilyawan ataupun hanya sekelompok orang gila, para penjahat perang berasal  dari negara-negara selain Amerika. Bahkan game ‘SOCOM 4: U.S. Navy SEALs’ mempunyai set perang di Selat Malaka setelah sebelumnya pada tahun 2004, Novalogic membuat game ‘Joint Operations: Typhoon Rising’ dengan set perang di Indonesia.

Dengan kondisi saat ini dimana tentara Amerika Serikat bersama Perancis dan Inggris yang tergabung dalam satu aliansi bersama menyerang Libia, mungkin saja tahun depan ada game perang FPS dengan latar Libia. Setelah seblumnya Afghanistan menjadi latar perang untuk game Ghost Recon 2, Call Of Duty 4, Army Of Two, Call Of Duty dan beberapa game FPS lainnya.

Silakan klik gambar dibawah foto artikel untuk melihat peta penyebaran penjahat dalam game perang.

(berbagai sumber)

SHARE