Hasil Konferensi Pers PSSI di PT. Liga Indonesia

0
25

.Konferensi pers yang baru dimulai pukul 16.10 sore ini di kantor PT. Liga Indonesia, Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta, menghadirkan Ketua Umum PSSI Nurdin Khalid, Sekjen PSSI Nugraha Besoes dan beberapa staf dari PT. Liga Indonesia.

Dalam pemaparan yang kurang lebih memakan waktu 23 menit itu, Ketua Umum PSSI Nurdin Khalid menjelaskan secara rinci kronologi kenapa sampai harus menutup kongres di Pekanbaru. Berikut ini sebagian besar dari isi pemaparan tersebut.

“Rapat komite eksekutif PSSI tangal 26 Maret 2011 bertempat di ruang VIP di bandara internasional Sultan Syarif Kasim, pukul 19.30 WIB, menyatakan kongres batal dan ditunda pelaksanaannya. Keputusan ini diambil berdasarkan kewenangan komite eksekutif pasal 86 statuta PSSI yang memutuskan bahwa adanya intervensi personel berseragam yang patut diduga aparat dari instansi tertentu yang ini merupakan keadaan force mayor atau di dalam statuta dikatakan dalam keadaan kahar, artinya bagi panitia bagi pengurus PSSI tidak mampu melaksanakan tugasnya menyelenggarakan kongres karena ada keadaan di luar kemampuannya.
Maka itu komite eksekutif menyatakan dalam suasana force mayor atau kahar, dan ini dilakukan juga setelah berkonsultasi dengan utusan dari FIFA dan Sekretaris Jendral AFC. Ada pun hal-hal yang mendasari keputusan tersebut adalah hal-hal berdasarkan laporan yang terjadi di lapangan disertai dengan bukti-bukti, baik dalam bentuk video visual mau pun foto-foto yang sudah ada ditangan kami.”

Dalam penjelasan mengenai situasi-situasi yang terjadi, Nurdin Khalid melontarkan  “Situasi ini sangat mencekam”. Oleh karenanya berdasarkan alasan-alasan yang telah dikemukakannya, Nurdi Khalid kembali menceritakan, “Sekitar 20.10 sambil melakukan evakuasi terhadap delegasi FIFA dan AFC, Sekjen PSSI melalui pesan singkat, memerintahkan seluruh panitia dan pengurus PSSI untuk meninggalkan area kongres. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi bentrokan fisik. Sekitar lima orang dari anggota KPPN, lalu mengambil posisi masing-masing di luar sidang, lalu menggelar kongres yang mereka klaim sebagai kongres, meski tanpa mengikuti statuta FIFA, statuta PSSI dan standar electoral code. Pukul 20.35 Sekjen PSSI menggelar jumpa pers, yang menyatakan kongres itu ilegal…21.00 WIB, delegasi FIFA dan AFC beserta Ketua Umum PSSI dan Wakil Ketua Umum PSSI diterbangkan ke Singapura.”

Lalu berdasarkan kejadian tersebut, terbitlah keputusan komisi eksekutif PSSI yang masih dibacakan Ketua Umum PSSI menjelang akhir pemaparannya,
“1. Kongres untuk  pemilihan komite pemilihan dan komite banding akan dilaksanakan selambat-lambatnya empat bulan setelah pembatalan kongres PSSI pada tanggal 26 Maret 2011
2. Kongres pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan anggota Pemilihan Eksekutif akan dilaksanakan selambat-lambatnya dua bulan setelah terbentuknya komite pemilihan dan komite banding terbentuk.

Hal-hal ini akan kami laporkan kepada FIFA berdasarkan bukti-bukti yang kami miliki baik dalam bentuk video, maupun foto maupun daripada berita-berita mass media cetak atau elektronik, kepada FIFA. Komite eksekutif sesuai dengan statutanya telah mengeluarkan keputusan sesuai dengan kewenangannya.”

Selain isi pemaparan kronologis ditundanya kongres PSSI 26 Maret 2011, Nurdin Khalid memberikan tambahan mengenai adanya opini-opini yang tidak benar.
“Ada opini yang dikembangkan bahwa PSSI selalu melanggar PO (peraturan organisasi), PO yang ada tidak disetujui oleh FIFA”. Ketua Umum menyerahkan penjelasan mengenai hal tersebut kepada Sekjen PSSI yang intinya, Nurdin Khalid kembali menegaskan,”Tidak ada yang mengatakan bahwa PO itu direkayasa, dibuat-buat oleh PSSI tanpa sepengetahuan dari FIFA.”

Di akhir penjelasan, Ketua Umum juga menegaskan akan memberikan sanksi kepada anggota yang melanggar konstitusi organisasi.”Bahwa komite eksekutif akan segera bersidang untuk menyikapi daripada oknum-oknum pengurus Pengprov (Pengurus provinsi)PSSI yang melakukan kegiatan di luar daripada konstitusi organisasi… Ini kami lakukan karena untuk menegakan konstitusi organisasi…Itu adalah pertaruhan daripada harkat martabat kewibawaan daripada organisasi PSSI.”

Untuk isi lengkap kronologis yang terjadi versi PSSI, dan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang dilontarkan para wartawan, tunggu artikel selanjutnya.

(Ghiboo)

SHARE