Kejutan Seni Dari Irak

0
60

.Dari tanggal 4 Juni sampai dengan 27 November 2011 nanti kota Venesia akan menggelar salah satu hajatan seni modern paling bergengsi di dunia, yaitu Venice Biennale yang tahun ini akan menjadi tahun penyelenggaraan ke-54. Dan diantara desas-desus serta riak antisispasi dalam menyambut acara tersebut, Irak mengumumkan kehadiran mereka di panggung seni kontemporer dunia melalui perwakilan 6 seniman terbaiknya.

Hadir kembali di kancah seni internasional adalah salah satu dari sekian banyak keinginan warga dan seniman Irak, namun tentu saja hal tersebut tidak mungkin terjadi di bawah kediktatoran Saddam Hussein, peperangan yang kemudian berkecamuk, dan situasi kebingungan yang kemudian mengikuti. Namun untuk tahun ini, semua hal sepertinya mungkin terlaksana.

Proyek ini sudah mulai dari tiga tahun yang lalu. Namun sama seperti mencari jarum diantara tumpukan jerami, mencari seniman Irak yang tinggal di Irak dan bisa merepresentasikan seni serta jiwa Irak sangatlah susah. Maka batas pun ditebas dan akhirnya terpilih 6 orang seniman yang berjiwa dan bersemangat Irak, meskipun tak semua dari mereka benar-benar tinggal, hidup, dan berkarya di Irak. Ahmed Alsoudani (pelukis kelahiran Baghdad yang kini berbasis di New York) dan Walid Siti (seniman instalasi kelahiran Kurdi yang kini menetap di London) adalah dua diantaranya.

Rencananya paviliun seni yang akan menjadi panggung Irak di Venice Biennale nanti akan bernama “Acqua Ferita,” bahasa Italia dari “Air Yang Terluka,” sebuah krisis sosial yang ingin diangkat oleh Irak. Negara itu kini tak hanya berurusan dengan stempel teroris saja, namun mereka juga berhadapan dengan masalah yang lebih kompleks, seperti kekurangan air misalnya. Air adalah hidup dan kehidupan, dan kini krisis air terjadi di Irak, dan Venice Biennale akan menjadi panggung internasional mereka untuk bertindak.

(Berbagai sumber)

SHARE