Penderita Asma Juga Bisa Berolahraga

0
31

.Siapa bilang asma melarang Anda untuk berolahraga. Sebab menurut Gailen D.Marshall MD PhD, direktur bagian alergi dan imunologi dari the University of Texas-Houston Medical Center, olahraga justru harus dipersepsikan sebagai sahabat bagi pengidap asma.

Sebab olahraga bisa meringankan stres, meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda secara keseluruhan, hingga membantu menyusutkan risiko dan bahaya dari serangan asma. Tapi tidak juga dipungkiri, gejala asma seperti, wheezing (mengeluarkan bunyi ketika benapas), dada terasa berat, sesak napas dan batuk akan membuat program olahraga menjadi semakin sulit dilakukan.

Agar latihan Anda dapat berjalan dengan aman dan nyaman, cobalah tips berikut ini:

1. Pelan-pelan. Perubahan aktivitas yang mendadak dapat menjadi pemicu munculnya gejala-gejala asma. Oleh karena itu, masuki program olahraga Anda dengan menyisipkan waktu setidaknya 10 menit untuk pemanasan dan pendinginan terlebih dahulu.

2. Tetap terhidrasi. Kondisi dehidrasi akan melemahkan sistem pernapasan Anda, jadi biasakan untuk minum air yang cukup sebelum dan sesudah olahraga.

3. Kurangi garam. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Robert Gotshall, PhD dari Colorado State University di Fort Collins ditemukan diet rendah sodium mampu memperbaiki sistem pernapasan dan menurunkan risiko terjadinya asma akibat latihan fisik atau olahraga (exercise-induced asthma-EIA). Pastikan Anda tidak mengkonsumsi sodium lebih dari 2.000 mg per hari.

4. Tambahkan asupan vitamin C. Para peneliti menemukan 80% dari pengidap EIA yang mengonsumsi vitamin C yang tinggi (2.000 mg) sebelum latihan, tidak akan menunjukkan simtom atau gejala asma. Sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi lebih dari 2.000 mg per hari, baik dalam bentuk makanan ataupun suplemen.

5. Beri penutup. Pada kondisi atau cuaca dingin, gunakan syal atau selendang untuk membungkus hidung dan mulut Anda agar tetap lembab dan membuat Anda bernapas lebih mudah.

6. Basahi diri. Bagi penderita asma, berenang dan aerobik air merupakan pilihan olahraga yang baik karena kondisi suhu air yang lebih hangat di dalam kolam dapat membantu meningkatkan sistem pernapasan dan memungkinkan kita mampu berolahraga lebih lama.

7. Perhatikan cuaca. Jika kondisi cuaca dan udara sedang tidak baik, berolahraga di dalam ruangan (indoor) menjadi pilihan yang lebih bijak.

8. Pastikan obat selalu dalam genggaman. Sedia payung sebelum hujan. Jangan lupa untuk selalu membawa inhaler yang dapat langsung Anda gunakan pada gejala awal.

9. Ajak teman atau pasangan untuk berolahraga bersama. Kehadiran teman akan sangat membantu ketika serangan asma datang secara tiba-tiba.

Jangan takut asma akan kambuh, jika Anda mengikuti saran di atas.

(berbagai sumber)

SHARE