The Powerful Anna Wintour

0
40

.Siapa tak kenal Anna Wintour? Wanita berusia 61 tahun ini adalah seseorang di balik nama besar Vogue Amerika, sekaligus “ibu suri” dari segala perkembangan mode selama tiga dekade belakangan ini. Lauren Weisberger, asisten pribadinya yang terkenal, menulis novel terlaris The Devil Wears Prada pada tahun 2003 yang terinspirasi dari kisah dan kekuasaan Anna di dunia fashion. Tahun 2009 lalu, Anna juga tampil dalam film dokumenter The September Issue yang menggambarkan lika-liku dibalik majalah Vogue yang mengagumkan. Namun baru-baru ini, ia tampil mengejutkan sebagai bintang sampul WSJ, majalah gaya hidup yang diterbitkan oleh Wall Street Journal. Anna memang menakjubkan dalam segala hal.

Dalam sampul tersebut, Anna dibidik dari samping dalam balutan gaun biru, statement necklace dan tentu saja menampilkan pageboy bob haircut dan sunglasses ciri khasnya. The Associated Press bahkan mengatakan bahwa Anna Wintour adalah seorang wanita yang kuat dan memiliki hubungan erat dengan media, seperti Martha Stewart atau Oprah Winfrey. Sampul tersebut juga sangat mendeskripsikan Anna: simple, tajam, lugas dan powerful. Judul “The Business of Being Anna” adalah suatu ketepatan yang benar-benar fokus terhadap fakta tentang kerja keras yang telah Anna lakukan selama ini. Dia salah satu tokoh yang benar-benar kuat, namun kekuasaannya tak membuat orang-orang lain lari, melainkan semakin membutuhkannya dari hari ke hari.

Tak hanya keras dan disiplin, Anna terkenal sangat perfeksionis dalam segala hal. Grace Coddington, teman baik sekaligus creative director Vogue Amerika yang bekerja di bawah arahan Anna bahkan mengatakan, “Saya tahu kapan waktu yang tepat untuk berhenti mendorong dia, tapi dia tak tahu kapan waktunya berhenti mendorong saya.” Hal ini membuktikan bahwa Anna tak hanya jauh dari tipikal mudah menyerah, tetapi ia juga motivator yang baik bagi sekelilingnya.  Hasil kerja kerasnya ini berupa pemandangan dan pembahasan yang indah pada setiap halaman Vogue selama bertahun-tahun, diiringi dengan berbagai kritik, sindiran serta respon masyarakat terhadap posisi dan kebesaran Anna. Menanggapi hal ini, Anna tetap tak bergeming dan selalu berkata, “Saya sangat peduli terhadap teman-teman dan keluarga saya dan mereka tahu akan hal itu. Namun pekerjaan tetaplah pekerjaan.”

Dengan pendapatan $ 10 milyar di bisnis fashion New York tahun 2009 lalu, Anna memang seseorang yang patut dikagumi. Dengan segala kebaikan, kecerdasan dan tekanan yang dimilikinya, ia bukanlah seseorang yang membuat anda ingin berkata tidak. Dimanapun acara fashion di gelar, entah itu di keramaian New York, di kemewahan Milan atau di keajaiban London dan Paris, kehadiran Anna adalah sesuatu yang paling ditunggu. Setiap fashionista dan selebriti yang berjalan disampingnya akan selalu disorot media dan bersahabat dengannya adalah kehormatan raksasa. Contoh konkretnya adalah Blake Lively, bintang serial televisi Gossip Girl ini sejak tahun 2010 mendadak berubah menjadi permata di bisnis fashion hanya karena Anna menaruh perhatian khusus pada kecantikannya dan Karl Lagerfeld mengangkatnya sebagai model Chanel.

Popularitas Anna memang tak hanya isu belaka, tangan dinginnya telah mencatat semua yang dilakukannya. Ia bukan hanya sungguh-sungguh mengembangkan industri yang tak pernah tidur, namun dia adalah industri itu sendiri. Kehadiran Anna bahkan memunculkan sebuah pernyataan hebat, “Anda bisa membuat film tanpa restu dari Steven Spielberg, anda bisa membuat software tanpa restu dari Bill Gates, tetapi anda tak dapat sukses di dunia fashion tanpa restu dari Anna Wintour.”

(Berbagai sumber)

SHARE