Bersikap Profesional Saat Sekantor Dengan Kerabat

0
73

.Bagaimana bila Anda harus sekantor dengan kerabat atau keluarga Anda? Siapapun dirinya, lebih muda atau lebih tua, Anda harus bisa bersikap profesional. Akan lebih mudah membawahi seorang adik di kantor, dibanding bersikap sebagai seorang atasan dan memerintah seorang kakak di kantor.

Inilah yang harus Anda bedakan. Benar bila Anda harus menghormati kakak, om, tante, atau anggota keluarga lain yang lebih tua dari Anda. Namun jangan sampai ia ‘menyetir Anda, ketika Anda seharusnya menjadi pemimpin.

Sederhana saja, turuti perkataannya sebagai ‘petuah’ dari orang yang lebih tua, ketika Anda berdua berada di luar kantor. Sementara itu, dengarkan perkataannya sebagai bentuk masukan dari anak buah kepada atasan di kantor.

Menyangkut urusan kantor, Anda harus bisa menjaga wibawa. Bukan dengan bersikap otoriter, melecehkan, dan asal memerintah kerabat. Anda harus bisa menempatkan diri sebagai atasan yang patut dihormati – meski Anda jauh lebih muda dan pada kenyataannya dilihat dari silsilah keluarga, Anda berada di ‘bawahnya’. Sikap ‘bossy’ pun tidak boleh Anda bawa ke luar kantor. Berada di rumah dan tengah-tengah keluarga, Anda harus kembali mengakui kedudukan Anda yang lebih muda dan ‘harus’ lebih menurut.

Contoh nyata, Anda bisa melihat pengakuan Mitchell Kaneff yang terdapat pada BNET. Kaneff adalah presiden perusahaan Arkay Packaging, Vancouver. Arkay Packaging adalah perusahaan yang bermula dari bisnis keluarga sang kakek dan Kaneff merupakan generasi ketiga di sana. Kaneff mengawali ‘karirnya’ sebagai cleaning service pada usia 15 tahun di sana. Setelah lulus kuliah, ia naik menjadi customer service. Puncaknya, ia menjadi presiden tujuh tahun kemudian.

Meski menjadi presiden, ia merasa hanya sebagai ‘boneka’. Sang ayah yang berada di posisi CEO tetap memegang kendali penuh dan banyak membuat banyak keputusan penting. Perbedaan cara memimpin di antara dirinya dan sang ayah membuat dampak besar pada perusahaan. Ayahnya seorang otoriter, sedang dirinya lebih demokratis dan mau mendengarkan masukan dari bawahan.

Krisis dan ancaman bangkrut yang dialami perusahaan membuat Kaneff berani membuat langkah besar, memecat ayahnya sendiri. Saat itu Kaneff sangat takut ayahnya akan marah besar, namun ternyata ketakutannya tersebut tidak terwujud. Ayahnya justru merasa bangga. Ia menghargai dan menghormati keputusan Kaneff sebagai atasan sekaligus anaknya. Selain itu, Arkay Packaging tidak jadi bangkrut dan kini menghasilkan US$ 50 juta per tahun.

Anda pun harus bisa mencontoh profesionalitas Kaneff dan ayahnya. Mereka berdua tetap berhubungan baik hingga kini, bahkan semakin dekat. Bersikap profesional bukan berarti tidak menghargai kerabat yang lebih tua. Menempatkan diri sesuai tempat dan kondisi yang sesuai agar tidak ada yang tersakiti. Bersama dengan ayah, kakak, adik, atau kerabat lain yang bekerja sekantor Anda harus bisa ‘mengajarkan’ prinsip ‘mari sukses bersama’. Sukses sebagai keluarga dan berkarir dengan menerapkan profesionalisme. Win-win solution, right?

(Berbagai sumber)

SHARE