Bertumbuh Dewasa Melebihi Kehebatan Orangtua

0
26

.Sesukses apakah Anda sekarang? Kemungkinan seperti itulah kehidupan anak Anda nanti. Tidak bisa dipungkiri bahwa praktek nepotisme banyak berjalan di negara kita. Semakin sukses Anda, semakin besar pula kesempatan bagi sang buah hati untuk meraih nikmat tersebut.

Nepotisme tidak harus selalu diartikan buruk. Misal Anda seorang selebritis, maka anak Anda tentu mempunyai kesempatan lebih besar dibanding anak lainnya untuk bisa mengikuti jejak Anda menjadi selebritis juga nantinya. Seperti Loraine Nicholson yang mengikuti jejak sang ayah, Jack Nicholson, untuk berakting – misal. Jangan salah gunakan ‘hak istimewa’ ini.

Bersikaplah obyektif. Nepotisme seharusnya Anda terapkan dengan memberikan ‘kesempatan’ sang buah hati untuk menunjukkan dan membuktikan kemampuannya. Biarkan orang yang berkepentingan dan berkapasitas yang menilai dan menentukan nasib sang anak kelak.

Jangan sekali-sekali Anda mempengaruhi hasil casting dan meloloskan buah hati, meskipun Anda sepenuhnya sadar, bahwa anak sama sekali tidak berkompeten menjadi penyanyi atau aktor. Ibarat Anda seorang pemilik perusahaan, lakukan nepotisme dengan ‘mendahulukan’ lamaran anak agar mendapat interview dengan pihak personalia. Setelah itu, biarkan hasil wawancara dan tes berjalan apa adanya.

Nepotisme tidak akan ada artinya, bila Anda tidak membekalinya dengan pengetahuan-pengetahuan dasar dan skill yang dibutuhkan untuk bisa menguasai ‘profesi’ tersebut. Jangan menciptakan anak yang tumbuh besar sehebat ayah ibunya. Cetaklah buah hati yang tumbuh besar melebihi kehebatan ayah dan ibunya. Jangan biarkan anak merasa puas dapat hidup enak hanya dari ‘bayang-bayang’ kesuksesan orangtuanya. Bantu si kecil membentuk bayang-bayangnya sendiri!

(Berbagai sumber)

SHARE