Jawaban PSSI Atas Tanggapan FIFA dan Pernyataan Menpora

0
49

.Masih dalam konferensi pers kemarin (28/3) di kantor PT. Liga Indonesia, berikut tanggapan Ketua Umum PSSI dan Sekjen PSSI terhadap pertanyaan yang diajukan wartawan.

Sebenarnya sebelum konferensi pers dimulai, awak media mendapatkan informasi resmi dari media officer FIFA mengenai kondisi yang terjadi. Intinya media office FIFA dicegah untuk melakukan pengamatan mengenai kongres yang berlangsung dan klaim bahwa anggota FIFA yang memutuskan bahwa kongres ditunda, itu salah. Malah sebaliknya utusan FIFA beberapa kali meminta untuk mengikuti kongres yang berlangsung namun dihalangi oleh para petinggi PSSI.
Berdasarkan hal itu, awak media menanyakan perihal tersebut, dan ini jawabannya:

Nurdin Khalid:”Jadi tidak benar, saya tidak tahu apa yang terjadi di hotel Arya Duta dan karena itu pak Sekjen nanti yang akan menjelaskan. Tapi ketika utusan FIFA dan Sekjen AFC dan rombongan tiba di lokasi, di Airport maksud saya. Bertemu saya dalam pesawat, saya menyampaikan situasi seperti ini, mereka mengatakan mau diapakan, inilah kondisi yang terjadi. Dan Dali Tahir yang mengantar dan menyampaikan.. mereka bisa memahami kondisi itu bahwa tidak mungkin dilaksanakan kongres. Dan kami memang tidak posisi meminta persetujuannya, Komite eksekutif yang memutuskan untuk membatalkan kongres dan menyampaikan keputusan tersebut kepada utusan FIFA dan AFC. Dan Sekjen AFC Pak Alex, teman-teman bisa mengkonfirmasi. Mereka menyatakan bahwa memang tidak mungkin menyelenggarakan kongres dalam situasi seperti itu.

Lalu kemudian Nugraha Besoes melanjutkan:
“Jadi begini, saya kira yang dikutip dari media FIFA itu berdasarkan kutipan dari sumber koran yang ada di Jakarta, Tadi juga saya kontak kepada…petugas FIFA yang ada di kuala lumpur juga kepada departemen legalnya dari AFC yang kemarin hadir. Saya mengatakan bahwa yang dijelaskan tidak seperti itu, kami mengatakan bahwa kondisi dilapangan tidak memungkinkan untuk membawa Anda kesana sehingga kami tidak berani membawa anda kesana itu ceritanya. kemudian yang kedua…Kalau saudara-saudara ada disana ada kemungkinan sulit keluar dan akan dipaksa melakukan sesuatu yang bukan bagian daripada kedatangan saudara-saudara kemari. Nah, akhirnya waktu itu saya mendapatkan perintah dari ketua umum, untuk para utusan dari FIFA dan AFC ini ke bandara untuk melakukan pertemuan di sana. Ini suasana yang saya kira, dalam waktu sempit harus memutuskan sesuatu yang tepat. Kalau tidak tepat,, Ingat saudara-saudara ada empat orang asing, incase terjadi apa-apa, maka malapetaka bagi PSSI. Kalau terjadi sesuatu terhadap orang-orang asing itu? Oleh karena itulah dengan instruksi dari Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum, kami langsung membawa ke bandara di ikuti oleh para Exco, disitu kemudian dilanjutkan ke suatu tempat, karena saya tidak ikut. Jelas yang saya utamakan, ada disana penanggung jawab dilapangan, adalah menyelamatkan empat orang asing itu. Dan alhamdulillah yang saya lakukan mendapatkan respon positif dari keamanan dalam hal ini pihak Polri dalam hal ini pihak keamanan yang ditugaskan disana.”

kembali ke Nurdin,”Jadi saudara-saudara sekalian kita harus menyelamatkan suasana agar nama bangsa kita ini tidak lebih jelek dimata internasional. Kita harus menjaga.

Langsung pertanyaan kedua menyambut,”Pak nurdin tadi ada statemen dari Menpora dan KONI yang menyatakan pemerintah tidak akan mengakui pengurus PSSI yg dipimpin pak nurdin, dan akan menarik kembali barang-barang negara atau aset negara yang ada di PSSI.”

Nurdin Khalid :” Tidak ada konsititusi PSSI yang mengharuskan bahwa pengurus PSSI mendapatkan pengakuan formal dari Pemerintah. Itu adalah hak pemerintah, kami tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun…yang kedua mengenai aset negara silahkan haknya, kami tidak berdaya untuk itu.

Terkait dengan bantuan APBN sendiri bagaimana pak?
“Itu urusan pemerintah kami tidak berdaya untuk mencegah semua itu, silahkan itu urusan pemerintah. kami rakyat biasa, termasuk disana kami disuruh keluar ya kami keluar. Kami adalah rakyat biasa yang kebetulan di berikan amanah oleh peserta. dulu saya tepilih secara aklamasi. Sekarang banyak yang tidak mendukung lagi tapi dipaksa untuk tidak mendukung. Saudara-saudara harus tahu itu. Ini di handphone saya, di sms saya, penuh permintaan maaf dari saudara-saudara saya di daerah. Nah, cobalah kawan-kawan berkata jujur apa yang terjadi sebenarnya.
Nah kalo Mempora mengatakan seperti itu, maka saya meminta, memohon dengan sangat sebagai ketua PSSI yang legal meminta kepada Presiden untuk mencopot saudara Andi Mallarangeng, karena tidak cakap menjadi seorang menteri dan tidak pantas menjadi seorang menteri. Saya minta itu. Saya tidak ikhlas untuk dizholimi terus menerus, kalau Andi Mallarangeng sebagai pejabat yang cakap, harusnya mengundang PSSI. Tetapi dia lebih memilih menerima terus menerus. Orang-orang yang mengatakan dirinya KPPN, dan memilih berkonsultasi dan memilih menerima sarannya. Dan memerintahkan melakukan sesuatu yang tidak benar. Maka saya mohon dengan sangat pada Bapak SBY yang saya cintai dan hormati, copot Andi Mallarangeng karena tidak pantas menjadi menteri, Terima kasih. Wa’alaikumsalam wr wb.”

(Ghiboo)

SHARE