Kicau Kacau, Curahan Hati Penulis Galau

0
63

.Hanya butuh waktu kurang dari satu bulan, buku ini sudah dicetak ulang sebanyak tiga kali. Akan tetapi, butuh waktu hampir delapan tahun untuk merealisasikan semua ide menjadi satu buku yang ‘galau’. Indra Herlambang menulis buku pertamanya yang berjudul Kicau Kacau, Curahan Hati Penulis Galau. Buku Kicau Kacau adalah kumpulan esai dan kolom yang ditulis Indra Herlambang dan sudah dimuat di berbagai media massa.

Butuh proses panjang bagi Indra Herlambang sampai akhirnya menggunakan judul Kicau Kacau untuk buku ini. Awalnya Indra dan editornya sudah ingin memikirkan judul lain untuk bukunya. Judul dari sebuah kata baru yang tidak ada didalam buku tersebut. Sampai pada akhirnya pilihan jatuh kepada Kicau Kacau, salah satu judul esai yang juga ada didalam buku ini yang merujukpada perilaku manusia masa kini yang aktif menggunakan social media twitter. “Kicau Kacau itu kata yang catchy dan gampang diingat,” ungkap Indra Herlambang saat launching bukunya hari Selasa, 29 Maret 2011 di FAB Cafe, Gramedia Grand Indonesia.

Selain tweet yang menjadi pembuka esainya, buku ini juga menampilkan sisi lain Indra Herlambang sebagai seniman. Dia menggambar 10 sketsa yang ditampilkan dibuku ini dan juga merancang sendiri desain sampul buku yang bergaya edgy. Kicau Kacau mempunyai sampul yang mudah diingat dengan latar kuning, judul berwarna merah dan foto Indra Herlambang yang mengenakan man suit, bertelanjang kaki dan mengenakan topi burung. Buku dengan 344 halaman ini terdiri dari empat bab dan memaparkan pandangan penulis tentang perilaku manusia perkotaan dengan bahasa khas masa kini yang trendi, jenaka, satir, sekaligus penuh self critic.

Menurut Indra Herlambang, permasalahan terbesar dari penyusunan buku ini adalah ketika dia dan editor mengumpulkan dan menyusun semua tulisan yang sudah pernah dibuatnya. Proses memilih dan memilah yang akhirnya memakan waktu tahunan sampai saat ini terbitlah buku pertama Indra Herlambang. Buku ini bagi Indra merupakan sesuatu yang bisa dia banggakan dan ketika buku ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat sudah menjadi hal yang luar biasa bagi Indra.

Indra membahas sesuatu yang sederhana seperti celana dalam hingga yang serius seperti kematian. Kesan galau yang diciptakan oleh Indra Herlambang dibuku ini merupakan kegelisahannya akan semua hal yang terjadi di lingkungannya. Sebuah pencarian dan keinginan untuk berkembang agar tidak stagnan ingin diciptakan oleh Indra melalui bukunya yang galau ini. “Semua orang harus galau,” seru Indra.

Bila anda tertarik berbagi kegalauan dengan Indra Herlambang, buku Kicau Kacau layak anda beli dan anda baca. Temukan jawaban atas semua kegalauan itu dengan fun, renungan dan senyuman.

(Ghiboo)

SHARE