Kronologis Lengkap Versi PSSI Mengenai Kongres yang Dibatalkan

0
31

.Konferensi Pers yang diadakan PSSI di PT. Liga Indonesia, kemarin (28/3) sore, menjelaskan tentang kronologis yang terjadi sebagai penyebab dibatalkannya kongres pada 26 Maret 2011.

Ketua Umum PSSI Nurdin Khalid menjelaskan kronologi tersebut yang didapat berdasarkan laporan dari panitia kongres dan komite keamanan dan Sekjen serta beberapa panitia-panitia teknis lainnya. Berikut kronologis lengkapnya.

“Pada hari Jumat 25 Maret pukul 10 pagi sekitar 200 demonstran yang didukung personil berseragam yang patut diduga aparat dari institusi tertentu menggelar demonstrasi di depan hotel Premier tempat kongres dilaksanakan dengan mendesak menggagalkan kongres dengan menggunakan spanduk bertuliskan gagalkan kongres PSSI dan bubarkan kongres PSSI.
Pukul 21.45 WIB sekitar 100 orang yang sebagian besar personil berpakaian sipil yang patut diduga aparat dari institusi tertentu bersama saudara Saleh Mukhadar menerobos masuk sekretaris panitia dan mengintimidasi agar diizinkan mengikuti kongres. Saleh Mukhadar adalah mantan pengurus Persebaya yang dihukum oleh PSSI sehingga ia tidak memiliki hak kongres dan merupakan tokoh yang menamakan dirinya komite penyelamat persepakbolaan nasional. Suatu komite yang dibentuk untuk mendukung salah satu calon yaitu Bapak George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Arifin Panigoro adalah penggagas LPI yang sudah dihukum komisi disiplin PSSI dan mendukung George Toisutta calon ketua PSSI yang dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh komite pemilihan dan komite banding. Menerobos masuk ke ruang sekretariat panita dan melakukan intimidasi dan pemaksaan agar diizinkan mengikuti kongres. Petugas sekretariat sangat ketakutan karena terus diintimidasi dengan kata-kata yang tidak patut. Seorang staf perempuan bernama Deli amat tertekan sehingga pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Keadaan di tempat registrasi menjadi chaos dan tidak terkendali dan suasana sangat mencekam.

Pada hari Sabtu 26 Maret, pukul sembilan WIB, sekitar 300 demonstran menggelar demonstrasi di depan hotel Premier tempat pelaksaanaan kongres. Ratusan Polisi menjaga dan mengawal demonstrasi. Empat truk personil berseragam yang patut diduga aparat dari institusi tertentu menurunkan sekitar 100 orang personil berseragam yang patut diduga aparat dari institusi tertentu berpakaian seragam lengkap berada di depan hotel Premier berhadap-hadapan dengan polisi yang jaraknya sangat dekat. Suasana ini menjadi sangat mencekam dan tidak nyaman bagi peserta kongres.

Pukul 10.00 WIB, karena adanya dugaan bom di dalam arena kongres pasukan gegana dari Polda Riau, turun dan menyisir setiap ruangan hotel yang terkait kongres, ternyata tidak ditemukan bom, pasukan gegana Polda Riau tetap bertahan di hotel.

Pukul 14.00 WIB, kelompok KPPN kembali datang ke sekretariat panitia di hotel Premier dikawal sekitar 50 personil berseragam yang patut diduga aparat dari institusi tertentu berpakaian sipil melakukan intimidasi dan kegaduhan dengan memaksa mendapatkan ID card sebagai peserta kongres. Personil berseragam yang patut diduga aparat dari institusi tertentu berpakaian sipil melakukan penggeledahan kamar peserta kongres dan memeriksa peralatan tas dan koper dengan cara yang kasar dan tanpa hak, meski telah ditolak mereka tetap melakukan penggeledahan dan intimidasi. Fakta yang sangat akurat adalah ketika kamar saudara Iwan Budianto dimana di dalam kamar itu ada salah satu walikota, Bupati Indra. M, ada ketua DPRD, dan beberapa exco komite eksekutif, didatangi tujuh orang daripada orang berpakaian sipil yang diduga aparat institusi tertentu melakukan penggeledahan.

Pukul 16.00, sekitar 400-500 aparat kepolisian memenuhi seluruh bagian depan dan samping dan belakang hotel Premier. Di depan hotel berderet beberapa mobil dan truk polisi, pada saat yang sama di jalan seberangnya.. berderet beberapa truk tentara yang dijaga berpakaian personil yang patut diduga aparat dari institusi tertentu. Suasana mencekam bagaikan siap perang di arena kongres.

Pukul 19.20 WIB, kelompok KPPN pimpinan Saleh Mukhadar, Ardiansyah, Usman Fakaubun, memasuki arena kongres di lantai 2 hotel Premier yang dikawal 100 personil berseragam yang patut diduga aparat dari institusi tertentu berpakaian sipil. Pada saat yang sama, rombongan yang diduga oknum yang berpakaian sipil dari institusi tertentu yang berada di seberang jalan memasuki halaman hotel. Personil berseragam yang diduga dari institusi tertentu meminta ratusan polisi untuk segera meninggalkan hotel. Polisi itu terpaksa pergi untuk menghindari bentrokan sesama aparat keamanan. Akibatnya menjelang waktu kongres dibuka, ratusan personil yang patut diduga dari institusi tertentu menguasai seluruh areal depan samping dan belakang hotel primer tempat kongres dilangsungkan. Suasana benar-benar sangat mencekam.
Dalam suasana yang mencekam itu ada perintah dari personil berseragam yang patut diduga aparat dari institusi tertentu berpakaian sipil memerintahkan kepada anggotanya untuk menangkap Nurdin Khalid Ketua Umum PSSI dan Nugraha Besoes Sekjen PSSI jika berada di dalam ruang kongres. Sampai detik-detik tersebut kita terus bekerja keras mempersiapkan jalannya kongres. Delegasi FIFA dan delegasi AFC yang tinggal di Hotel Arya Duta bersama Sekjen dan anggota komite PSSI bersiap menuju kongres. Pada saat yang sama ketua umum, bersama wakil ketua umum mendarat di bandara Pekanbaru Riau pada pukul 18.00 kurang lebih 45 menit. Sekitar pukul 19.30 WIB, komite eksekutif PSSI melakukan rapat.. di ruang VIP Bandara Sultan Syarif Kasim sesuai dengan pasal 86 statuta PSSI, maka komite eksekutif PSSI memutuskan bahwa adanya intervensi personil berseragam yang patut diduga aparat dari institusi tertentu ini merupakan keadaan force mayor oleh karena itu dengan alasan itu, kami berkonsultasi dengan FIFA dan AFC, maka diputuskan untuk membatalkan dan menunda pelaksanaan kongres dalam upaya untuk melindungi dan menjaga keselamatan jiwa manusia terutama peserta kongres, delegasi FIFA, delegasi AFC dan komite eksekutif PSSI. Maka kongres dibatalkan dan ditunda pelaksanaannya dalam waktu yang akan diputuskan pada komite eksekutif. Penundaan ini dimaksudkan untuk memberikan suasana nyaman bagi penderita kongres dan undangan lainnya.
Putusan komite eksekutif ini disampaikan kepada delegasi FIFA dan AFC melalui Sekjen dan karenanya menyelamatkan delegasi FIFA dan AFC dengan terpaksa mengevakuasi ke bandara untuk langsung diterbangkan ke Singapura. Selanjutnya evakuasi dilakukan kepada seluruh peserta kongres melalui bandara malam itu juga.

Evakuasi peserta kongres dilakukan sebanyak tiga kali menggunakan pesawat carteran sejak pukul 23.00 sampai dengan pukul 6 pagi ada sekitar 120 orang yang dievakuasi malam itu dimana kurang lebih 60 adalah peserta kongres yang mempunyai hak suara, dan ada delapan orang peserta kongres yang terjebak dan tertinggal di hotel lalu terpaksa menyelamatkan diri dengan cara sendiri ke tempat yang lebih aman.

Beberapa anggota KPPN dan personil berseragam yang patut diduga aparat dari institusi tertentu berseragam sipil kembali melakukan intimidasi dengan menggeledah ruangan hotel tempat peserta menginap. Seorang panitia PSSI bernama Eko disandera dan diintimidasi serta ditendang dan dipaksa membawa mereka ke lantai lima dan lantai sepuluh. Beruntung saudara Eko dapat melarikan diri dari penyanderaan tersebut.
 
Pukul 19.55 WIB, terdengar teriakkan, “Bongkar! Bongkar!” yang dilakukan oleh kelompok KPPN dan personil berseragam yang patut diduga aparat dari institusi tertentu berseragam sipil, diikuti tindakan mendorong dan menggoyang-goyangkan daun pintu ruang kongres.
“Dobrak terus, ayo terus!” terdengar teriakkan komando utk terus mendobrak dan menjebol pintu. Aparat kepolisian dari kesatuan Brimob yang menjaga area kongres tak kuasa menahan desakan dan membiarkan rombongan mamasuki ruang kongres. Panitia yang berada di ruang kongres panik dan segera mencari jalan lain untuk keluar dan menyelamatkan diri dibantu oleh karyawan hotel. Beberapa panitia
diselamatkan melalui jalan darurat, keluar melalui sebuah lobang dan diturunkan memakai tangga kayu. Situasi ini sangat mencekam.
 
Sekitar pukul 20.10, sambil melakukan evakuasi terhadap delegasi FIFA dan AFC, Sekjen PSSI melalui pesan singkat memrintahkan seluruh panitia dan pengurus PSSI untuk meninggalkan area kongres hal ini dimaksudkan agar tidk terjadi bentrokan fisik, sekitar lima orang dari kelompok KPPN, lalu mengambil posisi masing-masing di luar sidang, lalu menggelar kongres yang mereka klaim sebagai kongres, mesti tanpa mengikuti statuta FIFA, statuta PSSI dan standar electoral code.

Pukul 20.35, Sekjen PSSI menggelar jumpa pers di hotel Arya duta, tempat sebagian pengurus dan anggota kongres menginap. Jumpa pers dihadiri oleh para wartawan media cetak dan elektronik, Sekjen PSSI menyatakan, kongres dibatalkan dan ditunda karena alasan untuk menyelamatkan jiwa manusia. Sekjen PSSI juga menjelaskan, bahwa kongres yang sedang berlangsung bukanlah kongres dan karenannya dinyatakan ilegal.

Pukul 21.00 WIB, delegasi FIFA dan AFC beserta Ketua Umum PSSI dan Wakil Ketua Umum PSSI di terbangkan ke singapura.”

Selanjutnya setelah pemaparan selesai, PSSI juga telah menyampaikan keputusan mengenai situasi yang terjadi seperti yang pernah kami ceritakan pada “Hasil Konferensi Pers PSSI di PT. Liga Indonesia

Bagaimana menurut Anda?

(Ghiboo)

SHARE