Penampilan Katy Perry Akhirnya Diprotes

0
61

.Siapakah yang berani melempar protes untuk si cantik Katy Perry? Tentu saja selain kritikus mode, orang lain yang paling berhak menyampaikan opini baik maupun buruk adalah kedua orang tuanya. Baru-baru ini, Mary Perry Hudson, ibu dari Katy Perry, menyatakan bahwa ia sangat tak setuju dengan kebiasaan Katy Perry yang memamerkan terlalu banyak bagian tubuhnya.

Dengan latar belakang sebagai evangelist Kristen bersuamikan seorang Pastor, Mary memang memiliki basis keagamaan yang kuat. Maka Mary pun akhirnya mengungkapkan perasaannya selama ini, bahwa diluar kebanggaannya terhadap prestasi dan ketenaran Katy, sesungguhnya ia tak nyaman dengan segala sesuatu yang dipakai oleh putri keduanya ini.

“Katy melangkah keluar dari balik pintu ruang ganti dengan kostum minim yang vulgar dan sangat beresiko. Tak ada ibu yang ingin melihat bagian atas boobs putrinya dengan jelas. Naluri pertama saya adalah memintanya kembali masuk kembali ke ruangan itu untuk menukar dengan sesuatu yang lain. Bagaimanapun juga, saya tidak punya masalah dengan alis saya yang sering ‘mengatakan’ apa yang sulit untuk diucapkan mulut saya.” ujar Mary seperti dilansir melalui NY Post.

Mary juga menyatakan bahwa ia sesungguhnya menginginkan Katy menjadi seorang peminimpin ibadah dan pemuka agama. “Saya sangat mengenal bahwa ia sesungguhnya dikaruniai bakat pendakwah yang baik. Bahkan ia bisa hebat bernyanyi karena sebelumnya ia mencintai lagu-lagu gospel. Namun ia merubah segalanya, ia bernyanyi “I kissed a girl and i liked it” kemudian semua orang menyukai dan mengikuti gaya bahkan liriknya. Separuh hati saya melonjak, sebagian lainnya seperti jiwa kelaparan yang tidak diberi makan semangat.”

Bahkan Mary juga membandingkan hubungannya pada Katy dengan hubungan orang tua lain pada anak-anak mereka yang juga seorang selebriti, seperti Billy Ray Cyrus dan Miley Cyrus, Jon Voight dan Angelina Jolie. “Sebagian anak-anak yang ketenarannya berada di puncak justru telah mengalami pertentangan besar dengan keyakinan orang tua mereka. Bagaimana saya bisa menyelamatkannya dari semua ini? Saya tidak bisa bersaing dengan uang, ketenaran, jaringan luas, dan orang-orang besar yang mengelilinginya.” imbuh Mary.

Seluruh curahan hati Mary dibuat dalam bentuk buku yang segera terbit beberapa waktu mendatang. “Buku ini bukan dakwah Kristen atau segala sesuatu tentang Katy Perry. Fans Katy Perry dan Russell Brand akan berlomba ke toko buku untuk membeli beberapa copy, baik dilandaskan rasa ingin tahu atau karena obsesi. Paling tidak mereka akan tahu seperti apa sosok bintang yang mereka kagumi di mata ibunya.” jelas Mary menutup pembicaraan.

Katy memang sangat berbeda dua tahun belakangan ini. Pada tahun 2008, ia muncul dan langsung meroket dengan gaya vintage-quirky yang manis, dengan poni, hairpiece dan shortpants menggemaskan. Namun waktu memang dapat merubah seseorang. Katy terlalu tahu bahwa ia memiliki aset berharga yang dapat mendongkrak eksistensi dan mengundang media, maka sejak akhir 2009, Katy menjadi lebih bebas membuka bagian dadanya, bahkan topless dalam beberapa pemotretan adalah hal yang mudah ditemui.

Bagaimana pendapat anda? Bukankah tanpa berusaha keras menampakkan cleavage habis-habisan, Katy Perry tetap mengagumkan? Tunggu saja kehadiran bukunya!

(Berbagai sumber)

SHARE